Pengembang Perumahan Keluhkan Kekosongan Blangko Sertifikat, Sebut Hambat Pembangunan Rumah

Pengembang perumahan di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah keluhkan kekosongan sertifikat kantor BPN Kota Palu dan Sigi, Selasa (24/5/2022) siang.

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
Kompas.id
Ilustrasi Sertifikat Tanah. 

TRIBUNPALU.COM - Pengembang perumahan di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah keluhkan kekosongan sertifikat kantor BPN Kota Palu dan Sigi, Selasa (24/5/2022) siang.

Dirut Borobudur Bumi Mandiri, Dedi Suprapto mengungkapkan, realisasi program sejuta rumah di Sulteng bisa terhambat karena ketiadaan blangko sertifikat.

Karena proses pemecahan sertifikat untuk kepemilikan rumah tertunda.

Menurutnya, kekosongan blangko sertifikat bisa menjadi bom waktu dan jadi masalah besar khususnya di Kabupaten Sigi dan Kota Palu dalam merealisasikan program sejuta rumah yang menjadi target pemerintah saat ini.

Menanggapi itu, Ketua DPD REI Sulteng, Muhammad Rizal mengakui pihaknya sudah melakukan audiensi dengan BPN dan mereka mengakui sampai saat ini masih menunggu kiriman blangko sertfikat dari kantor pusat.

Selain itu, mengusahakan untuk meminta blangko sertifikat ke kantor pertanahan di daerah lain.

Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik Untad kepada Gubernur Sulteng: Assement Pj Bupati, Definitifkan Sekprov

“Kami berharap mekanisme pengadaan blangko tidak menjadi penghambat penyediaan blangko sertifikat dan harapannya blangko pengganti secepatnya tersedia mengingat pembangunan perumahan anggota REI di Kabupaten Sigi jumlahnya mencapai ribuan,” ungkap Rizal.

“Upaya kami saat ini masih mengusahakan pinjam blangko stok blangko dari beberapa kantor pertanahan dan kami sudah dapat pinjaman namun tidak banyak,” ungkap Kepala BPN Sigi, Juwahir di Sigi pekan lalu.

Pihak BPN Sigi sudah meminta pemesanan blangko sebanyak 10 ribu buku namun hingga saat ini belum ada realisasi dari kantor pusat.

Hal itu disebabkan karena hasil lelang sampai saat ini belum ada realisasi dari kantor pusat.

“Kami tidak bisa berbuat lebih banyak kecuali mengusahakan seperti meminjam ke kantor BPN lain jika masih ada stok,” pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved