MotoGP

MotoGP Kena Imbas Perang Rusia vs Ukraina, Seri Finlandia Resmi Batal Digelar Tahun Ini

Perang antara Rusia vs Ukraina kini berimbas di arena ajang balap motor MotoGP.

Editor: Muh Ruliansyah
Instagram/motogp
MotoGP 2019 di Sachsenring, Jerman. 

TRIBUNPALU.COM - Perang antara Rusia vs Ukraina kini berimbas di arena ajang balap motor MotoGP.

Akibat perang kedua negara, agenda balapan MotoGP Finlandia resmi ditunda penyelenggaraannya hingga 2023.

Pekerjaan Homologasi bersama dengan risiko yang disebabkan oleh situasi geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, berarti GP Finlandia dibatalkan pada tahun ini dan ditunda hingga tahun depan.

Pekerjaan homologasi di KymiRing, bersama dengan risiko yang disebabkan oleh situasi geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dengan sedih telah mewajibkan pembatalan Grand Prix Finlandia pada tahun 2022.

Baca juga: Nasib Zlatan Ibrahimovic Jalani Operasi ACL, AC Milan Ogah Perpanjang Kontrak

Keadaan saat ini telah menciptakan penundaan dan menempatkan pekerjaan yang sedang berlangsung di sirkuit baru dalam risiko.

Oleh karena itu, semua pihak telah sepakat bahwa debut trek harus ditunda hingga 2023, ketika MotoGP berharap untuk kembali ke Finlandia untuk pertama kalinya dalam empat dekade.

Finlandia harus menunggu setahun lebih lama dari yang direncanakan untuk kembalinya MotoGP, dengan balapan di sirkuit KymiRing sekarang ditunda hingga musim 2023 karena pekerjaan homologasi dan situasi geopolitik di Eropa, kata penyelenggara, Rabu.

Homologasi adalah proses sertifikasi apakah trek balap, kendaraan atau bagian sesuai dengan seperangkat aturan standar sebelum digunakan dalam balapan profesional.

"Pekerjaan homologasi di KymiRing, bersama dengan risiko yang disebabkan oleh situasi geopolitik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut, dengan sedih mewajibkan pembatalan Grand Prix Finlandia pada 2022," MotoGP dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Tetangga Finlandia, Rusia terlibat konflik dengan Ukraina tiga bulan lalu, dengan Moskow menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" untuk membersihkan Ukraina dari neo-nazi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved