Ridwan Kamil dan Istri Terjun ke Lapangan Cari Eril, Cek Titik Potensial di Bantaran Sungai Aare

Ridwan Kamil dan Atalia turut menyusuri sepanjang Sungai Aare untuk mencari keberadaan sang putra. 

Dok KBRI Bern
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memantau langsung perkembangan putra pertamanya bernama Emmeril Kahn Mumtadz (atau yang akrab dipanggil Eril). Pencarian Emmeril Kahn Mumtadz dilakukan sepanjang sungai Aare, kota Bern, Swiss, berlanjut di hari ke empat, namun belum membuahkan hasil. 

TRIBUNPALU.COM - Berbagai cara terus dilakukan agar putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) segera ditemukan.

Diketahui pada Selasa (31/5/2022) waktu setempat sudah masuk hari keenam proses pencarian Eril.

Berdasarkan informasi dari KBRI Bern, Ridwan Kamil dan Atalia turut menyusuri sepanjang Sungai Aare untuk mencari keberadaan sang putra. 

Baca juga: Ridwan Kamil dan Istri Pasrah pada Takdir, Ikhlas & Siap Terima Kabar Apa Pun soal Kondisi Putranya

"Selain terus memantau secara dekat pencarian oleh Polisi Maritim, orang tua Sdr. Eril, Bapak Ridwan Kamil beserta Ibu Atalia, juga terus melakukan usaha mandiri untuk memeriksa langsung beberapa titik-titik potensial di sepanjang bantaran sungai Aare," bunyi keterangan tertulis KBRI Bern seperti dilihat Rabu (1/6/2022).

Adapun rute yang ditempuh oleh Ridwan Kamil dan sang istri termasuk rute darat dan beberapa wilayah perairan yang masih aman untuk dijelajahi manusia.

Terkait perkembangan pencarian Eril, Kepala Kepolisian Maritim Bern menyampaikan hingga hari ini masih terfokus pada area di antara dua pintu air yaitu Schwelenmaetelli dan Engehalde.

"Serta patroli intensif pada wilayah setelah pintu air ke-2," tulis KBRI Bern. 

Informasi ini disampaikan Polisi Maritim Bern saat bertemu Ridwan Kamil di sebuah rumah kapal di wilayah Wohlensee.

Sejumlah unsur masyarakat, mulai dari klub pendayung, klub pemancing, dan komunitas berkebun ikut dilibatkan dalam upaya pencarian putra sulung Ridwan Kamil tersebut.

Sementara untuk metode pencarian, Polisi Maritim Bern masih akan menggunakan metode yang sama dengan sebelumnya, yakni patroli darat, perahu, drone.

"Keputusan menggunakan penyelam sangat situasional karena kondisi alam yang tidak menentu," ujarnya. 

Menurut perkiraan, kondisi cuaca di Kota Bern pada beberapa hari ke depan diprediksi akan hujan dengan badai di area pegunungan.

Tentunya, hal tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi air di sungai Aare.

Diketahui, Eril dinyatakan hilang setelah terseret arus Sungai Aaree, Bern, Swiss saat berenang pada Kamis (26/5) siang hari waktu setempat.

Perwakilan keluarga besar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah ikhlas menerima apapun takdir Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved