KKB Papua

Aksi Keji KKB Papua Baru Terungkap, Petani Dieksekusi di Tanah Lapang: Tikus Padi Kami Sudah Bunuh

Anggota KKB Papua secara keji menganiaya seorang petani di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Youtube Tribun Timur
Foto Ilustrasi - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. 

TRIBUNPALU.COM - KKB Papua semakin menjadi-jadi dalam menebar teror terhadap warga sipil yang tak berdosa.

Baru-baru ini, aksi keji KKB Papua terungkap hingga viral di media sosial.

Diketahui, para anggota KKB Papua secara keji menganiaya seorang petani di Kampung Megataga, Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Korban bernama Yunus Sani, diduga sebagai mata-mata oleh KKB Papua. Peristiwa itu terjadi pada 25 Mei 2022 lalu, videonya diunggah akun Twiter @Xdirectory99, 5 Juli 2022.

Baca juga: Jokowi Dapat Peringatan Keras, KKB Papua Tebar Ancaman Baru: Kami akan Bergerak untuk Membunuh

"Yunus Sani hanya petani kebun yang dituduh sebagai mata-mata," demikian keterangan dalam video tersebut.

Yunus Sani dieksekusi di tanah lapang. Beberapa anggota KKB Papua bersenjata menembak berkali-kali korban yang sudah tergeletak tak berdaya.

Melihat korban terkapar dan kejang-kejang, anggota KKB Papua kegirangan. Dengan senjata di tangan, mereka berteriak sambil berlari mengelilingi Yunus Sani.

Dalam video berdurai 1 jam 45 menit itu, juga dijelaskan bahwa setelah menembak, korban dimutilasi kemudian dimasukkan ke dalam karung.

Baca juga: KKB Papua Ngaku Tembak Mati Intelijen Indonesia, Identitas Korban Dibocorkan: Pangkat Balok 2

Dijelaskan juga bahwa setelah kejadian itu, seorang rohaniwan Katolik, Pastor Niko Wakey sempat bertemu tiga anggota KKB Papua.

"Tikus padi, kami sudah bunuh di belakang," kata anggota KKB Papua kepada Pastor Niko Wakey.

Menurut narasi video tersebut, Pastor Niko Wakey sempat adu mulut dengan anggota KKB Papua.

Jenazah Yunus Sani hendak dibuang ke Sungai Kamabu. Namun sejumlah warga Kampung Magataga membawanya ke Kampung Bilai Distrik Homeyo.

Baca juga: Pentolan KKB Papua Mendadak Temui Senator Spanyol, Apa Rencananya?

Disampaikan bahwa penembakan Yunus Sani terjadi satu minggu setelah KKB Papua menembaki dua tenaga medis.

Xdirectory99 juga mengunggah video KKB Papua menyiksa seorang warga hanya karena menolak menyerahkan uang dana desa.

"Teroris OPM menyiksa OAP hanya karena menolak menyerahkan uang dana desa lalu dituduh mata-mata," demikian keterangan video tersebut.

Baca juga: Bos KKB Papua Mendadak Gelar Rapat di Luar Negeri, Kini Minta Bantuan Jurnalis Internasional

Beberapa anggota KKB Papua secara bergantian menendang pria yang memakai baju biru dan celana merah tergeletak di tanah lapang.

"In this video, you can see how the Papuan OPM terrorists' cruel actions against indigenous Papuan people were due to refusing to give village funds," tulis Xdirectory.

Jika diterjemahkan, artinya demikian: Dalam video ini, Anda bisa melihat bagaimana aksi kejam teroris OPM Papua terhadap orang asli Papua karena menolak memberikan dana desa. (*)


(Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved