Menko Perekonomian

Terkendala, Pemerintah Coret 8 Proyek Strategis Nasional

Dalam Peraturan Menko Perekonomian yang baru, proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga akan dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: mahyuddin
TribunPalu.com/tangkapan layar zoom
Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo pada saat press conference secara daring, Selasa (26/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah mencoret delapan Proyek Strategis Nasional dari daftar.

Jumlah Proyek Strategis Nasional yang semula 208 proyek dan 10 program menjadi 200 proyek dan 12 program.

Hal itu dilakukan lantaran terdapat sejumlah kendala dan dalam rangka mencapai target penyelesaian di 2024.

Perubahan daftar Proyek Strategis Nasional itu akan dituangkan di dalam Peraturan Menko Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 yang akan segera diterbitkan dalam waktu dekat.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo menjelaskan, perubahan ini dilakukan atas dasar perkembangan situasi yang terjadi.

“Peraturan Menko Perekonomian nomor 7 dibuat pas Covid-19, jadi ada beberapa poin sudah tidak relevan lagi. Makanya Permenko nomor 9 nanti itu hasil dari harmonisasi dengan perkembangan yang ada,” jelas Wahyu Utomo pada saat press conference secara daring, Selasa (26/7/2022).

Baca juga: Menko Airlangga: JBIC Jadikan Indonesia Prioritas Utama dan Tertarik Masuk Sektor Kesehatan & Pangan

Dalam Peraturan Menko Perekonomian yang baru, proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga akan dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

“Peraturan Menko Perekonomian nomor 9 nantinya akan lebih menarik keterlibatan sektor swasta/investor sehingga mengurangi beban APBN,” ucap Wahyu.

Beberapa proyek yang akan dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional yakni, Bendungan Tiro di Aceh lantaran mendapat penolakan dari masyarakat sekitar.

Lalu proyek Cikarang Bekasi Laut (CBL) juga dikeluarkan dari daftar.

Keputusan tersebut berdasarkan rekomendasi dan usulan dari Menteri Perhubungan dan PT Pelindo selaku penggarap proyek infrastruktur pendukung pengendali banjir itu.

Adapun proyek lain yang dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional ialah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api di Banyuasin.

Baca juga: Menko Airlangga: Pengembangan KEK Kendal Tarik Minat Investor dan Tumbuhkan Lapangan Pekerjaan

Ini dilakukan lantaran pemerintah telah mencabut status Tanjung Api-api sebagai KEK.

Sebagai gantinya, pemerintah tengah menyiapkan pengganti KEK Tanjung Api-api ke KEK Tanjung Carat.

Pasalnya, di Tanjung Carat, pemerintah juga akan membangun pelabuhan laut yang telah ditetapkan sebagai PSN.(*)

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved