Jadi Aib di Sejarah Polri, Susno Duaji Sebut Ferdy Sambo Jenderal Pertama Terancam Hukuman Mati

Jadi aib dalam sejarah Polri, Susno Duaji menyebut Irjen Ferdy Sambo merupakan Jenderal Polisi pertama yang terancam Hukuman Mati.

Editor: Putri Safitri
Kolase TribunPalu.com/Handover
Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji soal Ferdy Sambo. Jadi aib dalam sejarah Polri, Susno Duaji menyebut Irjen Ferdy Sambo merupakan Jenderal Polisi pertama yang terancam Hukuman Mati. 

TRIBUNPALU.COM - Kapolri Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan Irjen Ferdy Sambo tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Yosua alias Brigadir j, Selasa (9/8/2022).

Jadi aib dalam sejarah Polri, Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji menyebut Ferdy Sambo merupakan Jenderal Polisi pertama yang terancam hukuman mati.

Menurut Susno Duadji, ini merupakan kali pertama ancaman tersebut disangkakan kepada Perwira Tinggi Polri yang terjerat kasus pidana dan diumumkan langsung oleh Kapolri.

"Sampai saat ini seingat saya benar demikian, termasuk diumumkan oleh pejabat paling tinggi di Polri juga baru sekali ini," kata Susno Duadji dikutip siaran Kompas TV, Selasa (9/8/2022).

"Pasal yang dituduhkan tadi pasal yang sangat sangat berat," lanjutnya.

Mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji (tengah) menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (31/7/2013). Susno Duadji mengajukan PK kasus dugaan korupsi PT. Salmah Arwana Lestari dan dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008, karena menurutnya ada kekeliruan pada putusan kasusnya tersebut.
Mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji (tengah) menghadiri sidang Peninjauan Kembali (PK) di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (31/7/2013). Susno Duadji mengajukan PK kasus dugaan korupsi PT. Salmah Arwana Lestari dan dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008, karena menurutnya ada kekeliruan pada putusan kasusnya tersebut. (Warta Kota/ADHI KELANA)

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duaji turut mengomentari penetapan tersangka Ferdy Sambo di kasus tewasnya Brigadir J.

Susno Duadji berkeyakinan bahwa ke depannya alat bukti yang mendukung pengenaan pasal tersebut akan semakin kuat.

Sejauh ini, dalam konferensi pers Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang digelar pada Selasa malam, polisi belum mengumumkan detail alat bukti dalam penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Nantinya alat buktinya akan bertambah kuat manakala visum sudah keluar, hasil forensik lain, termasuk digital forensik, dan hasil balistik forensik," kata Susno Duadji

"Dan apalagi kalau nanti Bu Putri (Chandrawathi, istri Sambo) sebagai saksi bisa memberi kesaksian lebih, bisa lebih kuat lagi," ia menambahkan.

Susno Duadji beranggapan bahwa munculnya tersangka-tersangka lain di kemudian hari juga masih memungkinkan karena penyidikan masih berjalan.

"Dan yang diproses di kode etik sangat terbuka peluang dia kena pidana, pidana pembunuhan atau menghambat jalannya penyidikan," katanya. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers terkait pengungkapan tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (9/8/2022).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers terkait pengungkapan tersangka dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (9/8/2022). (YouTube Kompas TV)

PERAN 4 Pelaku Kasus Pembunuhan Brigadir J: Bharada E, Brigadir RR, KM, dan Irjen Ferdy Sambo

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto mengungkapkan terkait peran empat pelaku kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved