Selasa, 14 April 2026

Tari Tradisional Sulteng

Sejarah Tari Pamonte, Tari Tradisional Sulteng Asal Suku Kaili

Berikut Sejarah Tari Pamonte, salah satu Tari Tradisional Sulteng yang berasal dari Suku Kaili. Tari Pamonte sudah ada ejak tahun 1957.

handover
Tari Pamonte Khas Sulawesi Tengah. Berikut Sejarah Tari Pamonte, salah satu Tari Tradisional Sulteng yang berasal dari Suku Kaili. Tari Pamonte sudah ada ejak tahun 1957. 

TRIBUNPALU.COM - Berikut Sejarah Tari Pamonte, salah satu Tari Tradisional Sulteng yang berasal dari Suku Kaili.

Dilansir dari situs Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, tarian ini ditampilkan oleh wanita yang berpakaian petani.

Makna Tari Pamonte yaitu menggambarkan kebiasaan para gadis Suku Kaili saat menyambut musim panen padi tiba.

Tari tradisional yang menggambarkan kegembiraan dan ungkapan rasa syukur atas panen.

Dikutip dari buku Mengenal Tarian dan Seni Sulawesi (2008) karya Wisnu Fajar, Tari Pamonte sudah ada dan dikenal oleh masyarakat Sulawesi Tengah sejak tahun 1957.

Putra asli daerah Sulawesi Tengah, bernama Hasan. M. Bahasyua merupakan sosok yang menciptakan Tari Pamonte.

Tari Pamonte terinspirasi dari aktivitas dan kebiasaan para gadis-gadis Suku Kaili ketika menyambut masa panen padi tiba.

Dilansir dari Komas.com, pada zaman dahulu masyarakat Suku Kaili mayoritas berprofesi sebagai petani, maka biasanya mereka menyambut musim panen tersebut dengan gembira dan sukacita.

Dari kebiasaan tersebut kemudian diangkat kehidupan masyarakat Suku Kaili menjadi sebuah karya seni yang indah dan dinamakan dengan Tari Pamonte.

Tari Pamonta juga menggambarkan kegembiraan dan ungkapan rasa syukur atas panen yang mereka dapatkan.

Rasa bahagia dilakukan dengan saling bergotong-royong dan bahu-membahu.

Sehingga terlarut dalam semangat kebersamaan yang tinggi dan penuh sukacita.

Semarak HUT Republik Indonesia ke 77 di Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, resmi berakhir, Sabtu (20/8/2022) malam. Tarian Pamonte dari para pelajar mengawali rangkaian acara penutupan yang turut dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Semarak HUT Republik Indonesia ke 77 di Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, resmi berakhir, Sabtu (20/8/2022) malam. Tarian Pamonte dari para pelajar mengawali rangkaian acara penutupan yang turut dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid. (TRIBUNPALU.COM/FANDY)

Busana Tari Pamonte

Dengan mengenakan busana khas layaknya para petani, penari menari dengan gerakan yang khas mengikuti alunan musik pengiring.

Di mana para penari membawa alat-alat Toru atau tudung (topi), Alu (nalu) alat menumbuk padi, bakul (bingga) tempat padi dan padi (pae).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved