Komnas HAM Bongkar Bukti Penting Kasus Bharada E, Terekam Jelas Gestur Anak Buah Ferdy Sambo
Diketahui, Brigadir J meninggal dunia usai ditembak Bharada E atas perintah eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
TRIBUNPALU.COM - Fakta dan bukti baru terkait pembunuhan berencana terhadap Brigadir J kembali terungkap.
Diketahui, Brigadir J meninggal dunia usai ditembak Bharada E atas perintah eks Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
Kasus pembunuhan Brigadir J telah menjadi perhatian publik karena adanya sejumlah kejanggalan.
Nah Baru terungkap isi rekaman CCTV yang sempat dinyatakan hilang.
Ya rekaman video detik-detik tewasnya Brigadir J dan foto saat Brigadir J terkapar setelah ditembak baru terungkap.
Baca juga: TERNYATA Foto Brigadir J Terkapar Ditemukan di File yang Terhapus, Direkam Lewat Handphone Siapa?
Dalam foto terlihat kondisi tubuh Brigadir J setelah ditembak Bharada E di rumah Ferdy Sambo suami Putri Candrawathi.
Sementara dalam rekaman video, terlihat dua orang anak buah Ferdy Sambo naik turun.
Foto dan rekaman video tersebut sebelumnya tidak pernah diungkap ke publik.
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengungkap foto asli jasad Brigadir J sesaat setelah penembakan.
Sebelumnya, foto kondisi tubuh Brigadir J setelah ditembak itu tidak pernah diungkap ke publik.
Menurut Choirul Anam, foto Brigadir J itu diambil kurang dari satu jam setelah penembakan.
Dalam foto tersebut, tampak Brigadir J tewas terkapar bersimbah darah dalam posisi tertelungkup di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, sesaat setelah ditembak.
"Gambar ini diambil kurang dari sejam setelah Brigadir J tewas ditembak," katanya.
Jenazah Brigadir J tampak berada di sudut sempit di dekat tangga di dalam rumah dinas Ferdy Sambo. Brigadir J menggunakan baju putih dan celana panjang jeans.
Dalam video lain juga ada dua ajudan Ferdy Sambo, naik turun keluar lift dari lantai tiga rumah pribadinya di Jalan Saguling III, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Dalam video tersebut, di titik ini FS ingin tahu apa yang terjadi dalam peristiwa di Magelang dan memanggil ajudannya. Salah satu ajudan yang naik turun lift itu saudara Bharada E," ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2022).
"Video ini sengaja kami potong, hanya untuk menampilkan bagian mana yang penting, dimana sebenarnya bisa masuk dalam video yang sudah disebarkan di publik," ujar Anam.
Menurut Anam video tersebut diambil dari bahan baku atau raw material.
"Video ini penting dalam melihat konstruksi peristiwa," katanya.
"Kalau video yang tersebar di publik, video ini tidak ada. Padahal video ini yang sangat penting dalam mengkonstruksi peristiwa dan membuat terang benderang," tutur Anam.
Baca juga: Akhirnya Terungkap Foto Brigadir J Terkapar di Rumah Ferdy Sambo, Ada Kode untuk Rekan Sekamar!
Brigadir J Beri 'Kode' Terakhir Tapi Tak Digubris, Tetap Ditembak Bharada E
Sebelum tewas ditembak, Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat ternyata sempat memberikan isyarat atau 'kode' terakhir.
Namun isyarat Brigadir J tersebut ternyata tak digubris oleh Bharada E, yang merupakan rekan sekamarnya.
Pasalnya saat itu Bharada E diperintahkan oleh Ferdy Sambo untuk segera menembak Brigadir J.
Kejadian itu terekam dalam proses rekonstruksi.
Proses rekonstruks digelar tim khusus (Timsus) Polri pada Selasa (30/8/2022), di rumah dinas Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Jalan Duren Tiga Utara I, Jakarta Selatan.
Terungkap bahwa mendiang Brigadir J mohon agar tak ditembak sebelum dieksekusi.
Dalam rekonstruksi itu, penyidik Timsus Polri memberikan kesempatan terhadap dua tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Irjen Ferdy Sambo, untuk memperagakan adegan menurut keterangan masing-masing.
Farah Chaerunniza Komnas HAM ikut hadir dalam rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.
Reka ulang penembakan menurut keterangan Bharada E Adegan penembakan itu hanya diperagakan oleh Bharada E dan pemeran pengganti Brigadir J.
Peragaan adegan penembakan itu berlangsung di ruang tengah rumah dinas Sambo.
Dalam adegan itu, tampak Bharada E dan pemeran pengganti Brigadir J saling berhadapan, dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Rabu (31/8/2022).
Lantas, Bharada E memperagakan bagaimana dia berdiri di hadapan Brigadir J.
Dia lantas memperagakan bagaimana dia mencabut senjata api dari sarungnya dan menghunuskannya ke hadapan Brigadir J.
Dalam peragaan itu tampak pemeran Brigadir J yang mengenakan kaus putih berpose membungkuk dan dengan kedua telapak tangan terbuka ke arah depan.
Posisi Brigadir J dalam adegan itu seperti orang yang ketakutan dan memohon untuk tidak ditembak.
Lantas, menurut Bharada E, setelah Brigadir J tersungkur usai ditembak, Sambo mengambil pistol milik Brigadir J.
Dalam reka ulang menurut keterangan Bharada E, Sambo lalu jongkok di depan tangga rumah dan di dekat jenazah Brigadir J, kemudian melepaskan tembakan ke arah atas.
Dalam sesi rekonstruksi Bharada E memperlihatkan tidak ada peristiwa baku tembak.
Sebelumnya, pengacara Bharada E, Burhanuddin mengungkap hubungan antara Bharada E dan Brigadir J sebelum terjadinya insiden pembunuhan di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri.
Menurut Burhanuddin, keterangan mengenai hubungan dua ajudan Irjen Ferdy Sambo itu disampaikan langsung oleh Bharada E.
Burhanuddin mengatakan, sebelum diperintahkan mengeksekusi, rupanya Bharada E memiliki hubungan dekat dengan Brigadir J.
Bahkan, hubungan dekat itulah yang membuat Bharada E merasa terguncang ketika diperintahkan menembak Brigadir J.
"Itu sebenarnya bikin dia sesak, karena teman satu kamarnya dan tidur bareng-bareng," kata Burhanuddin menyampaikan isi keterangan Bharada E, dilansir dari video di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (10/8/2022).
Burhanuddin melanjutkan, dalam keterangannya Bharada E tidak menyangka disuruh menembak rekannya sesama ajudan.
Perintah itu kemudian dilakukan Bharada E hingga membuat dirinya trauma.
"Pasca itu dia trauma, kok bisa dia lakukan. Dia nggak ngira juga kok bisa nembak," kata Burhanuddin. (*)
(Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Brigadir-J-di-depan-Bharada-E.jpg)