Palu Hari Ini

Aksi Ibu-ibu PKS Palu Tolak Kenaikan Harga BBM

Partai Keadilan sejahtera (PKS) Kota Palu meakukan Flashmob suarakan Tolak Kenaikan Harga BBM, Sabtu (10/9/2022).

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Salam Kerimov
Handover
Partai Keadilan sejahtera (PKS) Kota Palu meakukan Flashmob suarakan Tolak Kenaikan Harga BBM, Sabtu (10/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM, PALU – Partai Keadilan sejahtera (PKS) Kota Palu meakukan Flashmob suarakan Tolak Kenaikan Harga BBM, Sabtu (10/9/2022).

Sebanyak 50 orang-orang terdiri dari simpatisan maupun Kader PKS Kota Palu mengikuti aksi flashmob bertempat di perempatan lampu merah Jl Sisingamangaraja - Jl Juanda - Jl Veteran - Jl Moh. Yamin.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Kota Palu Muzakkirah mengatakan agenda flashmob ini merupakan sebagai salah satu cara menyalurkan aspirasi dan ungkapan hati para ibu-ibu atas kenaikan BBM yang sangat berimbas kesemua harga-harga sembako.

“Flashmob ini sebagai bentuk ungkapan hati ibu-ibu atas kenaikan BBM yang berimbas pada kenaikan harga sembako. Make Up luntur tidak masalah asal bukan keadilan yang luntur tolak harga BBM naik,” ujar Muzakkirah, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Desa Lemban Tongoa Tahun 2019 Berhasil Diungkap Polres Sigi

Sementara itu Koordinator Lapangan Fatnur menambahkan kenaikan BBM ini sangat berdampak terutama bagi ibu-ibu yang berpenghasilan rendah.

“Bagi masyarakat khususnya ibu-ibu yang berpendapatan rendah justru hal ini sangat mempengaruhi perekonomian mereka,” jelas Fatnur.

Dalam flashmob itu para ibu-ibu itu meminta kepada pemerintah khususnya Presiden RI Jokowi bisa menurunkan harga BBM ini yang sangat meresahkan masyarakat.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Desa Wisolo Sigi, Tersangka Mabuk Akibat Miras

"Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD Kota Palu dengan tegas menolak kenaikan harga BBM," kata Muzakkirah.

Diketahui PKS pusat juga pada saat rapat Paripurna di DPR RI memilih walk out dari rapat tersebut karena menolak kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM Subsidi yang berdampak terhadap kenaikan sembako. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved