Sulteng Hari Ini

Front Rakyat Pasigala Seruduk Gedung DPRD Sulteng, Penyintas Masih Ada di Huntara

Front Rakyat PASIGALA melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPRD Provinisi Sulawesi Tengah, Kamis (15/9/2022).

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Salam Kerimov
TribunPalu.com/Jolinda
Front Rakyat PASIGALA melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPRD Provinisi Sulawesi Tengah, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM, PALU – Front Rakyat Pasigala melakukan Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPRD Provinisi Sulawesi Tengah, Kamis (15/9/2022).

Sebanyak 25 massa aksi mendatangi gedung DPRD Sulteng di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Koordinator Lapangan Agus Salim mengatakan, Front Rakyat Pasigala kembali melakukan aksi untuk mencari keadilan.

“Tinggal beberapa hari lagi akan genap 4 tahun dari bencana alam 28 September 2018 namun pemerintah seakan tutup mata dengan penyintas PASIGALA. Hal ini disebabkan oleh para penyintas masih berada di hunian sementara (huntara) hingga saat ini,” ujar Agus Salim, Kamis (15/9/2022).

Agus Salim mengatakan kekecewaannya terhadap DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinisi Sulawesi Tengah karena dengan mudahnya memberikan anggaran hibah sebesar Rp 14 Miliyar dari APBD-P Tahun Anggaran 2022 untuk penyelenggaraan kegiatan Munhas KAHMI XI mendatang di Kota Palu.

“Turut berduka cita atas ketidakadilan yang terjadi di Sulawesi Tengah, saya meminta kejelasan mengenai APBD-P Tahun Anggaran 2022 mengenai dana hibah sebesar 14 miliar. Kenapa bisa dana sebesar itu lolos sebagai dana hibah hanya untuk acara seremonial hanya berlangsung 3 hari saja?,” Tanya Agus Salim.

Agus Salim menambahkan jika uang tersebut dialokasikan untuk pegangan penyitas PASIGALA, maka akan ada 280 keluarga dapat menikmati hidup di hunian tetap (huntap).

Baca juga: Jumlah Janda di Morowali Meningkat Drastis per Agustus 2022, Kebanyakan Masih di Usia Muda

Baca juga: Bupati Irwan Bakal Kembangkan Brand KOPI SIGI

Dalam aksi ini terdapat 2 tuntutan Front Rakyat PASIGALA :

1. Perjelas anggaran-anggaran yang diterima oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk penanganan korban penyintas PASIGALA;
2. Maksimalkan Penanganan korban penyintas PASIGALA dengan focusing dan refocusing APBD-P Tahun Anggaran 2022. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved