Jumlah Janda di Morowali Meningkat Drastis per Agustus 2022, Kebanyakan Masih di Usia Muda

Tingkat perceraian di Kabupaten Morowali mengalami peningkatan per Agustus 2022. Jumlah Janda di Kabupaten Morowali pun juga bertambah drastis.

Editor: Putri Safitri
Tribuncirebo.com/Handhika Rahman
ILUSTRASI Janda Muda. Nurhalimah (19) warga Desa Babadan, Kecamatan Sindang saat hendak mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Agama Indramayu hari ini, Selasa (25/8/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Tingkat perceraian di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, mengalami peningkatan per Agustus 2022.

Seiring dengan peningkatan perceraian, jumlah Janda di Kabupaten Morowali pun juga bertambah drastis.

Dikutip TribunPalu.com dari Strateginews, Juru Bicara Pengadilan Agama Kabupaten Morowali Derry Biantono, ungkap bahwa  angka perceraian mengalami peningkatan 464 per Agustus 2022, Rabu (14/9/2022).

Bahkan kebanyakan yang melakukan perceraian adalah pasangan yang masih di usia muda, yaitu kisaran umur 20 hingga 40 tahun.

Adapun gugatan perceraian kebanyakan diajukan oleh pihak wanita atau istri kepada suami.

Derry Biantono menuturka, sudah ada sekitar 314 cerai gugat sejak Januari hingga Agustus 2022 di Kota Bungku, Morowali. Ditambah cerai talak sebanyak 87 kasus.

Beberapa perceraian juga di sebabkan karena umur yang belum cukup, seperti sesuai dengan UU No 16 tahun 2019  Tentang Perkawinan yaitu batas minimal umur 19 tahun.

Kebanyak mereka menikah di umur 20 tahun, namun satu tahun kemudian mereka mengajukan gugatan cerai.

Hal inilah yang menyebabkan peningkatan Janda Muda di Kabupaten Morowali.

Tak hanya itu, Derry Biantono mengatakan beberapa gugatan juga disebabkan oleh perselisihan dalam rumah tangga, masalah ekonomi, hingga salah satu pihak meninggalkan pasangannya.

Masalah ekonomi menjadi penyebab perceraian hanya sekitar 40 persen, termasuk perselingkuhan dan minuman keras serta Narkoba.

Derry Biantono menceritakan beberapa kasus perceraian disebabka sang suami kencanduan Narkoba hingga menjual rumah.

Bahkan ada pula yang memukul anaknya sendiri disebabkan masalah Narkoba.

Hingga saat ini sudah ada 464 kasus perkara cerai yang sudah putus, namun diperkirakan akan tembus diatas 600 kasus pada tahun ini.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved