Palu Hari Ini

Geruduk PT CPM di Poboya Kota Palu, Warga Lempari Sarana Sambil Teriak-teriak

Dari video beredar diterima TribunPalu.com, warga tampak merusak sejumlah sarana di lokasi operasi perusahaan.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
handover
Keributan terjadi di wilayah perusahaan tambang PT Citra Palu Minerals (CPM), Minggu (18/9/2022). PT CPM berlokasi di Jl Vatutempa, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Keributan terjadi di wilayah perusahaan tambang PT Citra Palu Minerals (CPM), Minggu (18/9/2022).

PT CPM berlokasi di Jl Vatutempa, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dari video beredar diterima TribunPalu.com, warga tampak merusak sejumlah sarana di lokasi operasi perusahaan.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Adat Sulteng, Kontraktor PT CPM Disanksi Setor 7 Ekor Kerbau dan Ayam Jantan

Sejumlah aparat keamanan yang bersiaga pun tampak tak berdaya menahan amarah dari masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait penyebab terjadinya keributan.

PT Citra Palu Minerals (CPM) merupakan perusahaan tambang emas.

Anak perusahaan dari PT Bumi Resources Tbk tersebut menggarap lahan seluas 85.180 hektar.

Sebelumnya, Badan Musyawarah Adat (BMA) Sulteng menggelar sidang adat 'Ada Patangara To Kaili' terhadap kontraktor PT Citra Palu Minerals (PT CPM) Musliman Malappa yang diduga telah melecehkan adat di Sulawesi Tengah.

Adapun sidang adat itu dilangsungkan BMA atas gugatan dari lembaga adat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Banawa.

Kegiatan itu  berlangsung di halaman Banua Oge (Sou Raja), Kelurahan Lere, Kecatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu (18/9/2022).

Baca juga: PT Citra Palu Minerals (CPM) Buka Lowongan Kerja, Syarat Tidak Berkacamata

Pihak kepolisian melalui Kapolsek Palu Barat Iptu Rustang yang turut hadir dalam sidang adat itu mengatakan, keputusan hasil gelar perkara adat dari tim BMA Sulteng, yakni memberikan sanksi adat Givu Salakana Bango Mate kepada tergugat Muslima Malappa.

Dengan sanksi adat berupa tujuh ekor kerbau, tujuh buah Guma, tujuh buah dul kompo, tujuh buah doke atau tombak, tujuh buah gulan pemapung darah, satu kain kafan, satu pingga piring adat (sebagai petih jenazah), 17 buah tumbu ada, tujuh ekor ayam jantan merah, seekor kambing jantan, dan 15 riyal konfensi dengan rupiah sebagai sedekah.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved