Jumat, 24 April 2026

Sulteng Hari Ini

YLBH APIK Sulawesi Tengah Libatkan Orang Muda Cegah Kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual

YLBH APIH Sulawesi Tengah gelar Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan di Teknik Cofee (Teco) Kota Palu, Sulteng, Jumat (21/10/2022) siang. 

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
YLBH APIK Sulawesi Tengah Libatkan Orang Muda Cegah Kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual - YLBH-APIH-Sulawesi-Tengah-gelar-Pertemuan-Multi-Pemangku-Kepentidf.jpg
Handover
YLBH APIK Sulawesi Tengah gelar Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan di Teknik Cofee (Teco) Kota Palu, Sulteng, Jumat (21/10/2022) siang. 
YLBH APIK Sulawesi Tengah Libatkan Orang Muda Cegah Kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual - YLBH-APIH-Sulawesi-Tengah-gelar-Pertemuan-Multi-Pemangku-fdi-Teknikfedf.jpg
Handover
YLBH APIK Sulawesi Tengah gelar Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan di Teknik Cofee (Teco) Kota Palu, Sulteng, Jumat (21/10/2022) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - YLBH APIK Sulawesi Tengah gelar Pertemuan Multi Pemangku Kepentingan di Teknik Cofee (Teco) Kota Palu, Sulteng, Jumat (21/10/2022) siang. 

Ririn, Koordinator Program mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh YLBH APIK Sulawesi Tengah dalam rangka mendorong partisipasipasi orang muda secara bermakna, pada pencegahan dan penanganan kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual di Palu melalui Program Gen-G yang di dukung oleh Rutgers Indonesia.

"Hal ini merupakan bagian dari respon tingginya angka kasus Kekerasan berbasis Gender dan Seksual di Sulawesi Tengah khususnya di Palu," kata Ririn.

Lanjutnya, pertemuan multi pemangku itu dihadiri beberapa instansi terkait termasuk dari tokoh agama, perwakilan orang muda dan dipandu langsung oleh Salma Masri.

Baca juga: Jumat Berkah, Polresta Palu Bagikan Beras ke Warga di Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat

Kegiatan ini kemudian menghasilkan beberapa kesepatan yang akan dikolaborasikan bersama ke depan.

Ririn menyampaikan, bahwa saat ini orang Muda masih belum terlibat secara bermakna dalam aksi-aksi pencegahan dan penanganan KBGS di Palu.

Hal ini terlihat dari asas kontrol dan partisipasi anak muda yang masih kurang.

"Melalui Program Gen-G kami mendorong forum orang muda lintas iman yang kami bentuk terkapasitasi terkait isu-isu Keberagaman Gender Seksualitas, terkait Pendampingan Kasus Efektiv, serta pengembangan Informasi dan Edukasi yang komprehensif," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved