Sejarah Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober hingga Link Download Logo HSP: Bermula dari Kongres Pemuda

Sejarah Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. 

Editor: Imam Saputro
Tribunkaltim.co/Bima
Ilustrasi Hari Sumpah Pemuda - Twitter ramai dengan cuitan momentum Sumpah Pemuda hingga menjadi trending di media sosial Twitter. 

TRIBUNPALU.COM - Sejarah Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. 

Tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah "Bersatu Bangun Bangsa".

Pemerintah mengajak semua pemuda saat ini untuk kembali bersatu membangun bangsa. 

Pada Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94 ini, intansi-instansi pemerintahan diimbauan untuk melaksanakan upacara Hari Sumpah Pemuda.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga telah membagikan file logo peringatan Hari Sumpah Pemuda guna keperluan publikasi atau lainnya.

Berikut ini link download logo Hari Sumpah Pemuda:

1. Logo HSP 94 (vertikal) (Download File)

2. Logo HSP 94 (horizontal) (Download file)

3. Post Media Sosial (1) (Download File)

4. Post Media Sosial (2) (Download File)

5. Background ZOOM (Download File)

Sejarah Singkat Hari Sumpah Pemuda

Petugas membersihkan pajangan diorama di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Rabu (27/10/2021). Museum dengan koleksi foto dan benda-benda bersejarah dalam pergerakan nasional tersebut berbenah menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membersihkan pajangan diorama di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Rabu (27/10/2021). Museum dengan koleksi foto dan benda-benda bersejarah dalam pergerakan nasional tersebut berbenah menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Hari Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda kedua yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia.

PPPI terdiri dari sembilan kelompok pemuda dari daerah.

Mereka adalah Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Kongres Pemuda kedua ini dilaksanakan selama dua hari pada 27-28 Oktober 1928.

Selain itu, diadakan tiga rapat yang diselenggarakan di tiga gedung berbeda.

Berikut ini ringkasannya, dikutip dari Museum Sumpah Pemuda.

Rapat 1: Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (27 Oktober 1928)

Rapat pertama ini dilakukan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

Dalam rapat ini, Moehammad Jamin menyebutkan lima faktor yang mempengaruhi persatuan para pemuda.

Lima faktor itu adalah sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat 2: Gedung Oost-Java Bioscoop (28 Oktober 1928)

Pada kedua ini membahas tentang pendidikan.

Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro menyampaikan bahwa para pemuda Indonesia harus mendapat pendidikan yang seimbang di rumah dan di sekolah.

Rapat 3: Gedung Indonesische Clubhuis Kramat (28 Oktober 1928)

Pada rapat terakhir ini, tokoh pemuda Soenario menyampaikan pendapat soal gerakan kepanduan yang penting bagi para pemuda.

Senada dengannya, Ramelan mengatakan gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari gerakan nasional.

Kongres Pemuda Kedua ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman.

Kemudian, hasil dari rapat Kongres Pemuda Kedua adalah ikrar Sumpah Pemuda.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

 

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved