Ferdy Sambo Pernah Tegur Penyidik Saat Periksa Bharada E: Dia Sudah Bela Keluarga Saya

Penyidik mengaku pernah ditegur Ferdy Sambo sewaktu memeriksa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E usai peristiwa penembakan Brigadir J.

Editor: Putri Safitri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa Ferdy Sambo tiba untuk menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (20/10/2022). Penyidik mengaku pernah ditegur Ferdy Sambo sewaktu memeriksa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E usai peristiwa penembakan Brigadir J. 

TRIBUNPALU.COM - Eks Kanit 1 Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual mengaku pernah ditegur Ferdy Sambo sewaktu memeriksa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E usai peristiwa penembakan Brigadir J.

Samual selaku penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memeriksa Bharada E yang diduga telah menembak Brigadir Josua hingga tewas pada 8 Juli 2022.

Dia meminta Bharada E melakukan reka ulang singkat bagaimana insiden penembakan tersebut bisa terjadi.

"Saya tanyakan pada saat itu ke Richard. Siapa yang menembak? Kata dia siap saya komandan. Di mana kamu lakukan menembak? Siap di lantai dua. Dia turun ke bawah," kata Samual sebagai saksi untuk terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria hingga Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/11/2022).

Namun, di tengah interogasi tiba-tiba Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat Kadiv Propam Polri menyela Samual.

Samual mengungkapkan kala itu Ferdy Sambo sontak saja meminta dirinya agar tidak terlalu garang menggali informasi dari Bharada E.

"Dalam proses saya menanyakan ke saudara Richard, saya dipanggil Ferdy Sambo. Dinda sini kamu. Saya bilang siap perintah jenderal. Kamu Akpol berapa? Siap saya 2013. Perintah untuk kami jenderal," ungkap Samual.

"Kamu jangan kencang-kencang nanya-nya ke Richard, dia sudah bela keluarga saya," tuturnya menirukan pernyataan FS.

Samual mengatakan dirinya diminta FS untuk memahami kondisi batin Bharada E yang baru saja mengeksekusi Brigadir Josua.

"Kalau kamu nanya-nya begitu, dia baru mengalami peristiwa membuat psikologisnya terganggu. Bisa ya? Siap bisa jenderal," ujar Samuel mengulang percakapan di TKP.

Samual pun saat itu sempat merasa bersalah karena interogasi yang dilakukannya terhadap Bharada E terlalu keras.

"Jadi pada saat itu kami, merasa mungkin saya yang salah karena saya bertanya terlalu keras dan menyecar Richard," jelas dia.

Wajah Tampak Murung

Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit sebagai saksi persidangan obstruction of justice mengaku ditelepon Ferdy Sambo usai tragedi pembunuhan Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved