OPINI
UICI dan Tantangan Disrupsi Digital
ERA digital seperti sekarang ini, pendidikan bisa diwujudkan dan diakses lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dalam rangka
Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
Oleh: Muhammad Andri, Fungsionaris MD KAHMI Pidie Aceh Periode 2017-2021
ERA digital seperti sekarang ini, pendidikan bisa diwujudkan dan diakses lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Karena dengan akses digital, pendidikan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat diseluruh pelosok negeri sepanjang memiliki infrastruktur teknologi dan didukung oleh jaringan internet yang baik.
Begitulah faktanya, sekarang perkembangan teknologi yang terjadi begitu cepat di segala lini kehidupan.
Disrupsi digital tidak hanya terjadi dalam dunia pendidikan semata, bahkan merebak di keseluruh sektor lainnya seperti ekonomi dan sebagainya.
Cepatnya kemajuan teknologi informasi tersebut menuntut kita harus mampu menyesuaikan dan beradaptasi dengannya.
Sehingga keberadaan teknologi bisa menjadi bagian penting dalam keseharian kita.
Maka perlu memiliki kecakapan teknologi digital sebagai bentuk kesiapan dalam mengimbangi sekaligus menghadapi tantangan disrupsi digital, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi.
Mungkin atas kesadaran itulah sehingga Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) yang merupakan Universitas digital lahir yang didedikasikan Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).
Setidaknya ada tiga filosofi yang sangat mendasari lahirnya UICI, yaitu integrasi budaya digital, keislaman dan keindonesiaan.
Sesuai visinya, yakni UICI menjadi universitas yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbasis budaya digital, nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.
Visi tersebut kemudian dijabarkan dalam empat misi.
Salah satu misi UICI adalah menyelenggarakan pendidikan yang bersifat inklusif yang berbasis digital, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders).
Konsep digital inilah yang menjadi daya tarik.
Sehingga UICI menjadi perguruan tinggi yang proses belajar-mengajar dilakukan secara fully digital dengan mengimplementasikan platform Artificial Intelligence Digital Simulator Teaching Learning System (AI DSTLS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Muhammad-AndriFungsionaris-MD-KAHMI-Pidie-Aceh-Periode-2017-2021-ds.jpg)