RESMI! Ini Profil 3 DOB Papua: Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan telah diresmikan. Ini profilnya
Provinsi Papua Pegunungan berbatasan dengan Provinsi Papua Tengah pada sisi barat.
Suku dan Masyarakat di Papua Pegunungan
Terdapat 23 suku yang mendiami wilayah Provinsi Papua Pegunungan, yakni:
- Dani
- Dem
- Ndugwa
- Ngalik
- Ngalum
- Nimbora
- Pesekhem
- Pyu
- Una
- Uria
- Himanggona
- Karfasia
- Korapan
- Kupel
- Timorini
- Wanam
- Biksi
- Momuna
- Murop
- Sela Sarmi
- Nayak
- Nduga
- Yali
Suku Nayak menempati wilayah di Lembah Baliem sekitar Kota Wamena ke arah Gunung Trikora.
Sebagian besar mata pencaharian Suku Nayak adalah sebagai petani ubi dan keladi.
Makanan pokok mereka adalah ubi, sayur dan babi, yang dimasak dengan cara ditimbun dengan batu panas.
Suku Nduga menghuni pegunungan tengah bagian selatan.
Suku itu meyakini nenek moyang mereka berasal dari Seinma, yaitu suatu kampung di Kurima.
Masyarakat Nduga dibedakan atas masyarakat yang berdiam di daerah panas seperti di Mapenduma, daerah pertengahan seperti Mbua, dan masyarakat di daerah dingin seperti di Yigi.
Buat memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Nduga mempunyai mempunyai perkebunan dan kawasan khusus untuk berburu.
Karena berada di wilayah pengunungan, ada sejumlah komoditas unggulan yang dihasilkan dari wilayah La Pago yakni kopi, ubi jalar, buah merah, bawang, gaharu, karet, nanas, jeruk dan sayuran.
Profil DOB Provinsi Papua Tengah
Luas wilayah Provinsi Papua Tengah adalah 66.129 kilometer persegi.
Ibu kota Provinsi Papua Tengah adalah Nabire.
Berikut kabupaten yang masuk dalam Provinsi Papua Tengah:
1. Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika memiliki luas wilayah 21.693,51 kilometer kubik atau 4,75 persen dari total luas Provinsi Papua. Kabupaten ini memiliki 18 distrik.
Dengan potensi kekayaan mineral dan tambang yang sangat besar, Mimika menjadi kabupaten terkaya di Provinsi Papua.
2. Kabupaten Paniai
Dengan luas wilayah 8.045,25 kilometer kubik, Kabupaten Paniai terbagi menjadi 10 distrik.
Kehutanan merupajan salah satu subsektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap pendapatan Kabupaten Paniai.
3. Kabupaten Dogiyai
Kabupaten Dogiyai memiliki luas 4.237,4 kilometer kubik yang terbagi dalam 7 distrik. Sebanyak 85 persen wilayah Dogiyai masih didominasi oleh perbukitan dan pegunungan.
Sektor pertanian di wilayah ini didominasi oleh padi dan palawija. Sementara, komoditas peternakan didominasi sapi, kambing, dan babi.
4. Kabupaten Deyiai
Dengan luas wilayah 41.231,6 kilometer kubik, Kabupaten Deiyai memiliki 5 distrik.
Kabupaten Deiyai sebagian besar di dominasi oleh kawasan hutan, baik hutan lindung maupun hutan produksi. Oleh karenanya, sektor kehutanan menjadi salah satu yang diunggulkan di wilayah tersebut.
5. Kabupaten Intan Jaya
Intan Jaya memiliki luas wilayah 3.922 kilometer kubik yang terbagi menjadi 6 distrik.
Kabupaten ini memiliki potensi tambang emas yang sangat besar. Sejumlah perusahaan pertambangan berdiri di wilayah ini seperti PT Freeport hingga PT Wabu.
6. Kabupaten Puncak
Dengan luas wilayah mencapai 8.055 kilometer kubik, Kabupaten Puncak terdiri dari 8 distrik.
Kabupaten ini memiliki beragam potensi ekonomi antara lain pertanian dengan produksi terbesar ubi kayu. Selain itu, sektor peternakan didominasi kambing, sapi, dan babi.
7. Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire memiliki luas sekitar 12.075 kilometer kubik yang terdiri dari 15 Distrik dengan 72 kampung definitif, 9 kelurahan dan 8 kampung persiapan.
Nabire memiliki pesona panorama alam yang menakjubkan. Sejumlah wisata alam di Nabire telah tersohor di antara para wisatawan karena pesonanya.
8. Kabupaten Puncak Jaya
Puncak Jaya memiliki luas wilayah 14.532 kilometer kubik yang terdiri daro 27 distrik dan 302 kampung.
Pemukiman penduduk di kabupaten ini pada umumnya terletak di lembah dan lereng perbukitan.
Mata pencaharian penduduk kabupaten Puncak Jaya utamanya adalah pertanian, peternakan, dan Kerajinan tangan.
Batas Wilayah
Utara: Kabupaten Waropen, Mamberamo Raya, dan Teluk Cenderawasih.
Timur: Kabupaten Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, dan Kabupaten Asmat.
Selatan: Laut Aru.
Suku di Provinsi Papua Tengah
Provinsi Papua Tengah mencakup wilayah adat Mee Pago yang merujuk pada Suku Mee.
Dilansir dari laman penghubung.papua.go.id, Suku Mee adalah suku yang mendiami kawasan pegunungan tengah, di bagian barat.
Mee berarti orang-orang yang telah dipenuhi dengan akal budi yang sehat, dapat berpikir secara logis, dapat membedakan suku ini dari suku yang lain, dapat membedakan barang miliknya dengan milik orang lain, daerah garapannya dengan garapan milik orang lain, dan dapat mentaati amanat-amanat yang diwariskan oleh leluhur.
Bagi Suku Mee amanat yang paling utama yang dilarang adalah hal perzinahan.
Wilayah adat Mee Pago meliputi Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intan Jaya, Paniai dan Mimika.
Suku Mee mempercayai Ugatame yang menciptakan dunia dari 5 unsur, yakni roh, manusia, binatang, tumbuhan, dan benda benda tak berjiwa.
Pola perkampungan masyarakat Mee tinggal dalam desa yang berdekatan satu sama lain membentuk suatu federasi yang dipimpin oleh salah seorang Tonowi.
Mayoritas Suku Mee memusatkan sistem pencaharian mereka dengan bertani dan beternak. Namun, ada juga kegiatan lainnya seperti di bidang perikanan dan perdagangan.
Profil DOB Provinsi Papua Selatan
Luas wilayah Provinsi Papua Selatan adalah 131.493 kilometer persegi.
Ibu kota Provinsi Papua Selatan adalah Merauke di Kabupaten Merauke.
Berikut kabupaten yang masuk dalam Provinsi Papua Selatan:
1. Kabupaten Merauke
Terdiri dari 30 distrik, Merauke menjadi kabupaten terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Dengan luas 45.071 kilometer kubik (11 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua), wilayah Merauke terdiri dari dataran rendah dan rawa.
2. Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi memiliki total luas wilayah 23.824 kilometer kubik yang terdiri dari 15 distrik.
Dengan potensi sumber daya laut dan hutan bakau (mangrove) yang besar, wilayah ini mengunggulkan sektor pertanian dan perikanan.
3. Kabupaten Asmat
Terletak di bagian selatan Provinsi Papua, Kabupaten Asmat memiliki luas 23.746 kilometer kubik atau 7,44 persen dari total luas Provinsi Papua.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Asmat merupakan kawasan hutan sehingga kehutanan menjadi salah satu komoditas yang paling strategis.
4. Kabupaten Boven Digoel
Luas Kabupaten Boven Digoel mencapai 27.108,29 kilometer kubik. Kabupaten ini memiliki 20 distrik.
Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar membuat warganya banyak menggeluti sektor perikanan.
Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pariwisata juga menjadi potensi daerah tersebut.
Batas Wilayah
- Utara: Kabupaten Nduga, Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang
- Timur: Negara Papua Nugini
- Selatan: Laut Arafura
- Barat: Kabupaten Mimika dan Laut Aru
Suku di Provinsi Papua Selatan
Provinsi Papua Selatan mencakup wilayah adat Anim Ha yang merujuk pada Suku Marind.
Dilansir dari laman penghubung.papua.go.id, suku terbesar yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim yang terdiri dari tujuh marga besar yaitu:
- Gebze
- Kaize
- Samkakai
- Ndiken
- Mahuze
- Balagaize
- Basik-basik
Suku Marind Anim bermukim di selatan dari bagian bawah Sungai Digul, sebelah timur Pulau Yos Sudarso, dan bagian barat Sungai Maro (area kecil melewati Maro di bagian bawah, termasuk Merauke).
Suku Marind atau Malind memiliki kepercayaan terhadap dema, yaitu roh yang dipercaya bisa menjelma sebagai apa pun di alam ini, baik manusia, binatang, tumbuhan, atau batu.
Masyarakat Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam.
Masyarakat Marind Anim sangat terkenal dengan makanan khas yang berasal dari olahan sagu yang juga menjadi sumber makanan pokok.
Tanaman sagu sangat menunjang kehidupan orang marind, sehingga mereka menganggap sagu sebagai ‘raja’ yang harus dihormati dan dipelihara.
Itulah sebabnya sagu kerap digunakan dalam ritual peradilan adat, musyawarah dan perkawinan.
Masyarakat Marind Anim terkenal pandai meracik makanan khas yang berasal dari olahan sagu.
Mereka juga memanfaatkan pohon sagu untuk membuat perahu dan bahan bangunan rumah.
Suku lainnya yang berada di wilayah Anim Ha adalah Suku Asmat yang dikenal dengan hasil ukiran kayu yang unik.
Masyarakat Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal cara hidup, struktur sosial dan ritual.
Suku Asmat yang bermukim di pesisir pantai juga terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty dan Sungai Nin, serta Suku Simai.
Selain suku Marind Anim dan Suku Asmat, masih ada suku-suku kecil lain yang menghuni wilayah Provinsi Papua Selatan.
Rumah Adat Provinsi Papua Selatan
Masyarakat Marind Anim tinggal dalam kampung-kampung yang biasanya memiliki paling tidak sebuah rumah bujang yang mereka sebut gotad yang ditinggali kaum lelaki sejak remaja.
Sementara itu di sekitar gotad berdiri rumah-rumah keluarga (oram aha) atau rumah kaum wanita yang lebih kecil ukurannya.
(*/ TribunPalu.com / Tribun-Papua.com / Tribunnews.com / Kompas.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Peta-provinsi-Papua.jpg)