Sulteng Hari Ini

Wakil Gubernur Sulteng Serahkan 500 Sertifikat Tanah Gratis

Gubernur Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur Mamun Amir secara simbolis menyerahkan 500 sertifikat tanah gratis

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Suasana Penyerahan Sertifikat Gratis Kepada Masyarakat. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah melalui Wakil Gubernur Mamun Amir secara simbolis menyerahkan 500 sertifikat tanah gratis.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Asrama Haji Palu, Jalan WR Supratman, Kecamatan Lere, Kelurahan Palu Barat Kota, Kota Palu.

Ke-500 sertifikat tanah dimaksud terdiri dari kota Palu 200 sertifikat, Kabupaten Sigi 150 sertifikat dan Kabupaten Donggala 150 sertifikat untuk program PTSL dan retribusi tanah.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Palu Kementerian ATR/BPN Jusuf Ano menjelaskan program ini merupakan nawacitanya Pak Presiden RI, Jokowidodo di Kementerian Negara dan Tata Ruang Nasional sejak tahun 2017.

Baca juga: Gubernur Sulteng Buka Pameran Khusus Kebencanaan di Kota Palu

"Alhamdulillah, pada hari ini 1.552.000 bidang tanah yang diserahkan, untuk Provinsi Sulawesi Tengah yakni 500 bidang tanah yang terdiri, kota Palu sebanyak 200 bidang yang berada di Kelurahan Nunu, Kelurahan Tavanjuka, Boyaoge dan kelurahan Palupi. Kabupaten Donggala 150 bidang, kabupaten Sigi 150 bidang Jadi totalnya adalah 500 bidang," jelas Mamun Amir.

Penyerahan sertifikat tersebut lanjutnya berjalan sukses berkat dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Kota di seluruh Sulawesi Tengah ini termasuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, Presiden R Joko Widodo secara hibrid dalam sambutannya menyatakan kesyukurannya karena sebanyak 1.552.000 sertifikat tanah dibagikan di 34 provinsi.

Menurut Presiden kalau pegang sertifikat harus mengetahui berapa meter persegi tanah yang dimiliki

Sertifikat lanjut Presiden adalah bukti hukum tanah yang dimiliki.

Beberapa kasus tanah lanjut presiden sudah bisa terselesaikan seperti yang terjadi di suku anak dalam karena Menteri, Wakil Menteri, kanwil turun ke lapangan, berbeda kalau hanya duduk di belakang meja.

"Tadi saya sudah ingatkan agar sertifikat disimpan baik-baik, difotokopi, dijaga jangan sampai hilang. Pada sertifikat sudah lengkap nama pemilik, luas tanah dan sebagainya," jelas Presiden.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Presiden menyampaikan kadang masyarakat yang memegang sertifikat ingin menyekolahkan sertifikatnya.

Untuk itu Presiden berpesan jika sertifikat dimaksud mau digadai di bank hendaknya mempertimbangkan baik-baik apakah bisa menyicil dan mengembalikan pinjaman karena kalau tidak sertifikat tersebut akan disita oleh bank.

Apabila telah mendapat pinjaman agar hati-hati jangan hanya untuk dibelikan kendaraan melainkan untuk modal untuk meningkatkan usahanya. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved