Jumat, 10 April 2026

Sulteng Hari Ini

Prof Djayani Nurdin Sebut Program Berani Cerdas Dorong Peningkatan IPM dan IMM di Sulteng

Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, dengan Rahmad M Arsyad sebagai ketua tim.

Penulis: Zulfadli | Editor: Regina Goldie
Handover
Akademisi yang juga anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, Prof Djayani Nurdin. 

Ringkasan Berita:
  • Program “Berani Cerdas” dari Pemprov Sulawesi Tengah dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, khususnya dalam mendorong kenaikan IPM dan IMM. 
  • Program ini fokus pada perbaikan akses dan mutu pendidikan, seperti menekan angka putus sekolah, meningkatkan lama sekolah, serta memperkuat literasi dan numerasi.
  • Untuk mempercepat pelaksanaan, dibentuk Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan (TP4) yang mengoordinasikan OPD agar fokus pada target pendidikan. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Akademisi yang juga anggota Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan Sulawesi Tengah, Prof Djayani Nurdin, menilai program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, “Berani Cerdas”, menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Modal Manusia (IMM).

Menurut Djayani, program tersebut dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar sumber daya manusia (SDM), mulai dari akses pendidikan hingga kualitas lulusan.

“Program Berani Cerdas ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab persoalan mendasar SDM, mulai dari akses pendidikan hingga kualitas lulusan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026) dalam keterangannya. 

Ia menjelaskan, program ini menjadi bagian dari “9 BERANI” yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai sektor prioritas pembangunan di Sulawesi Tengah.

Untuk mempercepat implementasinya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah membentuk Tim Percepatan Program Prioritas Pembangunan (TP4) melalui SK Nomor 020.7.2/15/Bappeda-G.ST/2026.

Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, dengan Rahmad M Arsyad sebagai ketua tim.

Djayani menegaskan, kehadiran tim percepatan bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi motor penggerak dalam mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar fokus pada target peningkatan kinerja pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.

Berdasarkan data, sejumlah indikator pendidikan di Sulawesi Tengah masih perlu ditingkatkan. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Selasa 7 April 2026, BMKG: Parimo Berawan, Daerah Lain Hujan

Rata-rata lama sekolah (RLS) pada 2025 berada di kisaran 9,55–9,56 tahun, sementara target pada 2029 ditetapkan mencapai 12,68 tahun.

Sementara itu, harapan lama sekolah (HLS) berada di angka 13,59–13,60 tahun. Capaian literasi dan numerasi juga masih tergolong rendah, dengan persentase kabupaten/kota yang memenuhi standar minimum literasi baru 7,29 persen dan numerasi berada di kisaran 0,00–7,69 persen.

Melihat kondisi tersebut, Program Berani Cerdas difokuskan pada sejumlah langkah konkret, seperti menekan angka putus sekolah, meningkatkan rata-rata lama sekolah, memperkuat literasi dan numerasi, serta mencetak SDM yang lebih kompetitif dan siap kerja.

Program ini juga menghadirkan dua skema utama, yakni afirmasi bagi masyarakat kurang mampu dan beasiswa prestasi bagi mahasiswa berprestasi, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun luar daerah.

“Ini solusi agar tidak ada lagi anak Sulteng yang gagal kuliah hanya karena keterbatasan biaya,” jelas Djayani.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved