Sulteng Hari Ini
Peserta Upacara Peringatan HAB di Kemenag Sulteng Kenakan Pakaian Adat Nusantara
Seluruh peserta upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah kompak kenakan pakaian adat nusa
TRIBUNPALU.COM, PALU - Seluruh peserta upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah kompak kenakan pakaian adat nusantara Indonesia.
Upacara berlangsung di halaman Kantor Kanwil Kemenag Sulteng Jl Moh Yamin, Kelurahan Birubuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (3/1/2023).
Upacara yang digelar di halaman Kanwil Kemenag Sulteng, diikuti 500-an peserta yang berasal dari Kemenag Kota Palu, Kemenag Kab Donggala, dan Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng.
Informasi dihimpun, peserta upacara HAB mengenakan pakaian adat nusantara itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama No 42 Tahun 2022 tentang pelaksanaan Upacara HAB ke-77 Kemenag RI.
Untuk keluarga besar Kanwil Kemenag Sulteng, peserta tampak mengenakan pakaian adat asal Kulawi, Kaili, Banggai, Bugis, Gorontalo, Bali, Padang, Dayak, dan Papua.
Baca juga: Peringatan HAB Ke-77 di Banggai, Menteri Agama Minta Antisipasi Politik Identitas Jelang Pemilu 2024
Berbagai macam pakaian adat tersebut melambangkan tema HAB ke-77, yakni Kerukunan umat untuk Indonesia Hebat.
Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha saat membacakan Pidato Menteri Agama mengajak kepada seluruh ASN Kementerian Agama untuk memperbaiki niat pengabdian dan pelayanan kepada umat.
Selain itu, ASN Kemenag diminta agar menjadikan peringatan HAB sebagai penanda sejarah panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia.
Dikatakan bahwa Kementerian Agama telah memiliki banyak perubahan, seperti pada birokrasi yang lebih lincah dan responsif sejalan dengan transformasi digital yang sudah dihadrikan Kemenag dalam Pusaka Super Apps, aplikasi layanan Kementerian Agama.
Inovasi digital Kemenag dari pusat hingga daerah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Upaya peningkatan pelayanan publik telah membuahkan hasil dengan diraihnya 22 penghargaan sepanjang tahun 2023.
Menag juga berpesan jelang tahun politik, berkaca pada pesta demokrasi sebelumnya, agar ASN mampu menghadapi berbagai potensi ketidakrukunan akbiat pilihan politik yang berbeda di masyarakat. politisasi agama atas nama kampanye dengan terlibat dalam merawat kerukunan umat.
Baca juga: Gubernur Rusdy Mastura Cek Pelayanan Publik di Setiap Biro Pemprov Sulteng
Harapan Menag, keluarga besar Kementerian Agama, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun dan damai agar perjalanan dan tahapan Pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya.
"Saya minta tidak ada ASN Kementerian Agama yang partisan, apalagi ikut melakukan provokasi di tengah keragaman pilihan. ASN Kementerian Agama harus menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan. Yakinlah bahwa kerukunan umat akan mengantarkan pada Indonesia hebat. Mari jadikan momentum ini untuk meningkatkan soliditas organisasi. Kita harus berada dalam satu barisan yang kuat, kokoh, dan terorganisir untuk Kementerian Agama yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Seluruh-peserta-upacara-peringatan-Hari-Amal-Bhakti-HABd.jpg)