Gegara Pakai Ponsel di Medan Perang, 89 Tentara Rusia Tewas Dihantam Roket Ukraina
Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berkecamuk. Terbaru, serangan roket-roket Ukraina membuat pasukan militer Rusia ketar-ketir.
TRIBUNPALU.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berkecamuk.
Terbaru, serangan roket-roket Ukraina membuat pasukan militer Rusia ketar-ketir.
Korban di pihak Rusia yang terkena serangan roket Ukraina tersebut tak sedikit jumlahnya.
Sebanyak 89 tentara Rusia tewas akibat serangan roket Ukraina di Makiivka, sebuah daerah di wilayah Donetsk yang dikuasai Moskwa, saat malam tahun baru.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan, faktor utama dari serangan roket Ukraina itu disebabkan karena ada tentara Rusia yang menggunakan ponsel secara ilegal.
Baca juga: Rusia Mendadak Luncurkan 20 Rudah di Akhir Tahun 2022, Korban Tewas di Ukraina Bertambah
Kemhan Rusia menambahkan, ada aturan bahwa tentaranya dilarang menggunakan ponsel di medan perang, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (4/1/2023).
“Sudah jelas bahwa alasan utama dari apa yang terjadi adalah pengaktifan dan penggunaan, bertentangan dengan larangan, ponsel dari personel di zona jangkauan senjata musuh,” kata Kemhan Rusia dalam sebuah pernyataan.
“Faktor ini memungkinkan musuh dapat melacak dan menentukan koordinat lokasi tentara untuk serangan misil,” sambung Kemhan Rusia.
Dilansir dari DW, gempuran roket tersebut merupakan salah satu serangan Ukraina paling mematikan terhadap tentara Rusia sejak perang dimulai.
Salah satu blogger nasional Rusia mengecam ketidakbecusan para komandan tinggi Rusia dalam perang di Ukraina, sebagaimana dilansir DW.
Informasi jumlah kematian dari Rusia dipertanyakan
Di satu sisi, Direktorat Komunikasi Strategis Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan pada Minggu (1/1/2023) bahwa sebanyak 400 tentara Rusia tewas akibat serangan roket HIMARS.
Direktorat Komunikasi Strategis Angkatan Bersenjata Ukraina juga menambahkan sebanyak 300 orang terluka akibat serangan.
Meski demikian, informasi dan klaim korban jiwa dari kedua belah pihak sulit untuk diverifikasi secara independen.
Mantan komandan pasukan separatis pro-Rusia, Igor Strelkov, mengatakan bahwa efek dari serangan roket tersebut sangat besar karena adanya amunisi yang disimpan di gedung itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/bom-termobarik-rusia.jpg)