Selasa, 14 April 2026

Update Pencarian Pilot Susi Air: Hari Keempat Pilot Belum Ditemukan, Cuaca Buruk Hambat Pencarian

Update pencarian pilot Susi Air hilang pasca pembakaran pesawat oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya

Editor: Imam Saputro
Tribun-Papua.com/Istimewa
DIBAKAR - Pesawat milik Susi Air dengan seri SI 9368 dilaporkan dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2/2023) pagi. 

TRIBUNPALU.COM - Update pencarian pilot Susi Air hilang pasca pembakaran pesawat oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya: masuk hari keempat, cuaca buruk hambat upaya pencarian. 

Nasib dan keberadaan pilot Susi Air PK-BVY asal Selandia baru, Captain Philips Marthen (37) hingga hari keempat proses pencarian belum diketahui.

Tim gabungan TNI-Polri masih terus mencari keberadaan pilot Susi Air Captain Philips Marthen.

Saat ini tim gabungan disebut belum sampai ke wilayah Distrik Paro.

"Pilot Susi Air tersebut apakah diamankan oleh KKB atau simpatisan KKB, dan kami belum bisa pastikan karena tim belum sampai ke Paro," ungkap Wakapolda Papua, Brigjen Ramdani Hidayat kepada Tribun-Papua.com saat jumpa pers di Polres Mimika, Sabtu (11/2/2023).

Seperti diketahui pilot Susi Air disebut lari menyelamatkan diri saat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air yang dipilotinya di Distrik Paro Nduga, Provinsi Papua Pegunugan pada Selasa (7/2/2023) lalu.

Sementara 15 pekerja proyek pembangunan puskesmas di wilayah Paro sempat diancam KKB agar meninggalkan wilayah itu.

Ke-15 pekerja tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah diselamatkan warga setempat pada pada Rabu (8/2/2023).

Ke-15 pekerja tersebut dalam keadaan sehat.

Brigjen Ramdani Hidayat mengatakan, pencarian pilot akan dilaksanakan terus sesuai kesepakatan tim karena hingga saat ini keberadaan pilot belum diketahui.

"Kita belum tahu. Apakah pilot dikemanakan KKB atau melarikan diri pasca pembakaran pesawat," katanya.

Wakapolda Papua menjelaskan, saat ini tim yang melakukan patroli menggunakan helikopter belum membuahkan hasil karena kondisi hutan di daerah tersebut yang sangat lebat.

"Kami sempat menyusuri di jalan lintasan warga yang sudah jadi. Kita berharap pilot itu ada di situ, ternyata tidak ada, apalagi cuaca berubah begitu cepat," tuturnya.

Menurutnya, helikopter juga tidak bisa dipaksakan karena cuaca di daerah tersebut yang dengan cepat mengalami perubahan.

"Kita akan cari terus dan mudah-mudahan pilot melarikan diri dan mendengar helikopter bunyi lalu dia keluar. Lainnya kalau dia diamankan KKB berarti harus disembunyikan," jelasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved