Morowali Hari Ini

Kawasan Depan Terminal Bandara Morowali Tak Beraspal, Terjadi Genangan Air saat Musim Hujan

Bandar Udara Morowali yang terletak di Desa Umbele, Kecamata Bumi Raya mulai dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada Tahun

Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/RIAN AFDAL
Sejumlah penumpang yang sedang menunggu pesawat transit di Bandar Udara Morowali. 

Laporan Wartawan TribunPalu, Rian Afdhal

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Bandar Udara Morowali yang terletak di Desa Umbele, Kecamata Bumi Raya mulai dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada Tahun 2007.

Pembangunan bandar udara itu adalah inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali dan berdasarkan Rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 553.2/133/DISHUB.GST/2006 tanggal 5 Juli 2006.

Pada tahun 2010, pembangunan Bandar Udara Morowali itu dilanjutkan dengan pembangunan fisik dari sisi udara, landasan pacu, taxiway dan apron.

Untuk sisi darat, pembangunan seperti terminal penumpang, gedung perkantoran dan mess dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Rekrutmen Komisioner KPU Sulteng Dibuka Timsel, Cek Persyaratannya

Kemudian, bandara morowali itu diresmikan oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada hari Minggu tanggal 23 Desember 2018 lalu.

Saat ini tempat parkiran motor dan mobil Bandar Udara Morowali terlihat tak beraspal, sehingga air menggenangi parkiran tersebut.

Bandar Udara Morowali juga hanya memiliki 4 warung, yang mana berdasarkan pantauan TribunPalu, 2 masih dalam pembangunan dan 2 lagi sudah beroperasi.

Informasi yang diperoleh TribunPalu, ditahun 2023 ini akan dilakukan pelebaran sepanjang 25 meter kiri dan kanan, landasan pesawat dan pembuatan jalur dua. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved