Banggai Hari Ini
Atasi Kelangkaan Pupuk di Banggai, Sulfur Diolah Jadi Biofertilizer untuk Lahan Pertanian
Bupati Banggai Amirudin Tamoreka meninjau langsung proses pengolahan biofertilizer yang didampingi Direktur PT Aimtop Nuansa Kimia, Setyo Yanus Sasong
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Bupati Banggai Amirudin Tamoreka mendukung penuh pemanfaatan sulfur menjadi pupuk organik (biofertilizer) bagi lahan pertanian di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Sulfur yang merupakan produk ikutan dari pengolahan minyak bumi maupun gas alam diharapkan dapat mengatasi kelangkaan pupuk.
“Untuk pupuk, di Indonesia, semuanya serba kurang karena bahannya masih kita impor. Alhamdulillah, ada bahan-bahan yang bisa kita manfaatkan untuk dijadikan tambahan pupuk. Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina EP dan AIMTOP atas terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Bupati Amirudin saat membuka workshop implementasi Biofertilizer pada lahan pertanian yang digelar di Versatile Hall CPP Donggi-Matindok, Kecamatan Toili Barat, Rabu (15/3/2023).
Baca juga: BPK Sulteng Mulai Periksa LKPD Banggai Tahun 2022
Kekayaan alam yang dikelola melalui industri pertambangan, kata Bupati Amirudin, juga harus dimanfaatkan untuk mendukung sektor lain, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
“Saya sering sampaikan bahwa yang namanya gas bumi, minyak, semua ada akhirnya, ada batasnya. Oleh sebab itu, sumber daya alam ini harus kita manfaatkan untuk membangun sektor pertanian, peternakan, perikanan, maupun sektor lainnya yang lebih tangguh,” kata Bupati Amirudin.
Biofertilizer yang dihasilkan melalui teknologi biosulfur dikembangkan oleh PT Pertamina EP dan PT Aimtopindo Nuansa Kimia (AIMTOP).
Hasil kerja sama keduanya telah diaplikasikan di sejumlah lahan pertanian warga, seperti di sawah demplot yang terletak di Desa Pandan Wangi, Lopon, dan Cendanapura.
Dukungan lahan pertanian dan irigasi yang baik, menurut bupati, tidak cukup memberi hasil yang optimal jika tidak ditunjang dengan ketersediaan pupuk yang memadai.
Baca juga: Beredar Video Perempuan Mengamuk Hentikan Pekerja Proyek Jembatan di Morowali, Ini Persoalannya
“Dalam kampanye saya, saya katakan bahwa begitu banyak produk ikutan maupun limbah yang bisa kita manfaatkan. Alhamdulillah, melalui kerja sama Pertamina EP dan AIMTOP, hal ini bisa terwujud,” kata dia.
Pada kesempatan itu, Senior Manajer Zona 13 Donggi-Matindok Field, Firdaus Sabaruddin, menyatakan, komitmen Pertamina EP dalam upaya mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah kerjanya.
“Dengan krisis pupuk saat ini, khususnya di Kabupaten Banggai, dengan melakukan pemanfaatan sulfur, mudah-mudahan dapat membantu para petani yang ada di sini,” ujar Firdaus.
Workshop implementasi biofertilizer diikuti oleh kepala perangkat daerah Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Asisten dan Staf Ahli Bupati, serta sejumlah ASN dan para camat di wilayah sekitar CPP Donggi-Matindok.
Setelah mendapatkan materi dari para narasumber, peserta workshop berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung proses pengolahan biofertilizer.
Visitasi tersebut dipandu langsung oleh Direktur PT Aimtop Nuansa Kimia, Setyo Yanus Sasongko. (*)
Sengketa Tapal Batas 2 Desa Dibawa ke DPRD Banggai |
![]() |
---|
Berkat Program Si ADE Banggai, Raisya Akhirnya Kembali Bersekolah |
![]() |
---|
Sekolah Pemikiran Perempuan dan Festival Sastra Banggai Hadirkan Kelas Budaya Tuli |
![]() |
---|
Siap Hadapi Situasi Kontijensi, Polres Banggai Rutin Latihan Dalmas |
![]() |
---|
KPU Banggai Rancang Skema Baru Distribusi Kursi Pileg 2029 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.