KEJI! Tentara Israel Tembak Mati Anak Palestina, Bagian Kepala, Dada, dan Perut Kena Peluru

Militer Israel melakukan aksi tak berperikemanusiaan dengan menembak mati seorang anak Palestina sebanyak tiga kali.

AFP
Anggota keluarga remaja Palestina Mohamed Fayez Balhan, 15, berkabung dengan jenazahnya di rumah keluarga mereka di kamp Aqabat Jaber untuk pengungsi Palestina dekat Jericho di Tepi Barat yang Dicaplok Israel. Remaja ini ditembak Tentara Israel pada 10 April 2023. 

TRIBUNPALU.COM - Kekejian Tentara Zionis Israel kembali menjadi sorotan.

Militer Israel melakukan aksi tak berperikemanusiaan dengan tembak mati seorang anak Palestina sebanyak tiga kali.

Anak Palestina tersebut dibunuh oleh pasukan Israel di kamp pengungsi Aqabet Jaber di Jericho.

Militer Israel yang biadab tersebut menembak anak Palestina itu saat pawai pemukim ke pos terdepan ilegal di dekat kota Nablus yang dicaplok Israel.

Diberitakan Aljazeera, Mohammad Fayez Balhan, yang berusia 15 tahun, ditembak di kepala, dada, dan perut pada hari Senin.

"Mereka menembak kepalanya, Apa yang akan terjadi pada orang-orang kita? Apa yang akan terjadi pada kita?” ujar sang bibi.

Aksi Keji Militer Israel, Tembak Mati Seorang Anak Palestina di Bagian Kepala, Dada, dan Perut
Aksi Keji Militer Israel, Tembak Mati Seorang Anak Palestina di Bagian Kepala, Dada, dan Perut (AFP)

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah beroperasi di kamp pengungsi Aqabat Jabr di Jericho dalam upaya untuk menangkap warga Palestina yang dicurigai melakukan serangan terhadap Israel, dan bahwa pasukannya menanggapi dengan ditembaki oleh para tersangka.

Insiden itu terjadi ketika tentara Israel menjaga ribuan pemukim Israel berbaris ke pos terdepan ilegal Evyatar untuk meminta pemerintah Israel melegalkan pos terdepan dan untuk "mengecam peningkatan serangan terhadap permukiman dalam beberapa pekan terakhir".

Ibu dari dua saudara perempuan Israel yang terbunuh minggu lalu dalam satu serangan semacam itu meninggal karena luka-lukanya, kata pejabat rumah sakit pada hari Senin.

Ribuan pemukim, dipimpin oleh menteri di pemerintahan sayap kanan Israel, telah mengambil bagian dalam pawai, sangat dilindungi oleh pasukan Israel yang menutup jalan pawai ke Palestina, meskipun konfrontasi masih dilaporkan, dengan setidaknya dua warga Palestina terluka oleh lapisan karet. peluru, dan puluhan lainnya dirawat karena menghirup gas air mata.

Samir Abu Shammala dari Al Jazeera mengatakan bahwa warga Palestina mencoba untuk menghadapi pawai, yang diadakan di bawah spanduk yang menyatakan bahwa “seluruh tanah Israel” adalah milik orang Israel Yahudi, dengan para pemukim menyiratkan bahwa itu termasuk Tepi Barat yang diduduki.

Abu Shammala menambahkan bahwa orang-orang Palestina telah membakar tyes dan melempar batu, dan kelompok pemukim telah mulai meninggalkan lokasi pawai menuntut pengesahan pos terdepan, yang berlangsung selama tiga jam.

“Masih ada pengerahan besar-besaran tentara Israel, karena diperkirakan sekitar 1.000 tentara Israel dikerahkan untuk mengamankan pawai para pemukim, menurut sumber-sumber Israel,” kata Abu Shammala.

Tiap Ramadan Selalu Mencekam Bagi Warga Palestina di Gaza

Setiap Ramadan, suasana di Gaza selalu mencekam bagi warga Palestina. Kematian semakin dekat dengan mereka di setiap Ramadan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved