OPINI
Tawuran: Lunturnya Identitas Mahasiswa
Idealnya seorang mahasiswa sangat pantas dengan hal tersebut, mereka tidak bisa lepas dari fungsi sosialnya itu sendiri.
Oleh: Aditya Kristianto
“Bidang seorang sarjana adalah berpikir dan mencipta yang baru, mereka harus bisa bebas dari segala arus masyarakat yang kacau” (Soe Hok Gie)
Idealnya seorang mahasiswa sangat pantas dengan hal tersebut, mereka tidak bisa lepas dari fungsi sosialnya itu sendiri.
Yakni bertindak demi tanggung jawab sosialnya, bukan sebagai seorang manusia yang mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa.
Menjadi mahasiswa merupakan sebuah keuntungan yang tidak semua pemuda bisa menikmatinya, sehingga sepatutnya lah kita mengemban tanggung jawab itu sebaik mungkin.
Anak muda pilihan yang punya kesempatan menimba sumur ilmu pengetahuan sedalam mungkin di perkuliahan.
Baca juga: OPINI: Pemimpin yang Tepat Bersumber dari Koalisi yang Sehat
Mahasiswa sejatinya merupakan kaum cendekiawan yang bertindak dengan mengedepankan sikap yang rasional dan berdasarkan akal sehat.
Ini dikarenakan mahasiswa berada pada tatanan yang terpelajar dan terdidik serta berintelektual di kalangan masyarakat.
Sehingga menjadi tumpuan dari masyarakat ketika terjadi persoalan yang mengancam keutuhan dan kesejahteraan bangsa, dikarenakan mahasiswa memiliki peran utama yang berakar dari intelektualitas serta rasionalitas yang mereka dapatkan dari perguruan tinggi.
Namun alih-alih menjadi orang yang bebas atas idealismenya untuk menekan suatu rezim, mahasiswa yang diharapkan merupakan menjadi penerus bangsa ini kerap kali menimbulkan keresahan yang malah merugikan diri sendiri.
Belakangan ini cukup hangat terdengar tawuran antar mahasiswa, yang notabene hal ini sudah mengakar dan menjadi budaya di beberapa kelompok mahasiswa.
Hal ini justru menjadi citra buruk mahasiswa dikalangan publik; mahasiswa negeri ini identik dengan yang menyukai tindakan kekerasan tanpa berfikir bahwa yang mereka lakukan itu sifatnya destruktif atau merusak, baik itu fasilitas yang ada di Universitas maupun sarana prasarana yang dimiliki kampus.
Sehingga tak heran jika berdampak pada korban luka bahkan korban jiwa dari kejadian tersebut. Fenomena ini tentu saja menimbulkan keprihatinan dan keresahan terhadap calon-calon generasi penerus bangsa.
Tak jarang insiden tersebut dipicu hanya karena permasalahan sepeleh yang berkaitan dengan kelompok mahasiswa tertentu. Namun karena adanya perbedaan serta ego masing-masing kelompok sehingga membuat terjadinya perpecahan yang besar.
Mahasiswa yang seharusnya berfungsi sebagai Social Control dikarenakan mahasiswa merupakan anak muda yang memiliki idealisme yang kuat dan mengakar sehingga tidak mudah depengaruhi oleh kepentingan golongan tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Aditya-Kristiantod.jpg)