Minggu, 19 April 2026

Pemicu Grup Wagner Serang Rusia, Kota Moskwa Sudah Siaga Perang

Dalam perjalanan hari ke-486 perang Rusia-Ukraina, dunia dikejutkan kabar mengenai perubahan sikap yang terjadi pada grup Wagner.

Intisari
Kelompok pembunuh Wagner yang berupaya membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

TRIBUNPALU.COM - Dalam perjalanan hari ke-486 perang Rusia-Ukraina, dunia dikejutkan kabar mengenai perubahan sikap yang terjadi pada grup Wagner.

Mereka memutuskan untuk berkhianat terhadap Rusia dan membalikkan senjata mereka untuk menyerang pasukan Rusia sendiri, bukan lagi pasukan Ukraina seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Sebagai informasi, grup Wagner merupakan kelompok tentara bayaran swasta yang telah lama terlibat dalam konflik Ukraina, berperang secara bersamaan dengan pasukan reguler Rusia.

Kini, pasukan Wagner bahkan dilaporkan telah melintasi perbatasan dari Ukraina ke Rusia, memasuki Kota Rostov-on-Don.

Mereka memiliki tujuan menuju ke ibu kota Moskwa dengan perintah menggulingkan para pemimpin militer Rusia.

Alasan grup Wagner membelot

Ketegangan antara Grup Wagner dan Militer Rusia sebenarnya telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka berselisih tentang cara perang di Ukraina dilangsungkan.

Bos Wagner Yevgeny Prigozhin telah beberapa kali secara blak-blakan mengkritik para pemimpin militer Rusia.

Nah, yang terbaru, pada Jumat (23/6/2023), pemimpin tentara bayaran berusia 62 tahun itu menuduh militer Rusia melancarkan serangan rudal mematikan terhadap pasukannya dan bersumpah akan menghukum mereka.

Dia tidak memberikan bukti atas tuduhannya itu.

Pihak berwenang Rusia sendiri telah membantah terjadinya serangan tersebut dan menuntut Prigozhin menghentikan "tindakan ilegalnya".

"Mereka yang membunuh pemuda kami, dan puluhan ribu nyawa tentara Rusia (dalam perang di Ukraina) akan dihukum," kata Prigozhin dalam pesan audio yang diunggah ke platform media sosial Telegram.

Dia menekankan bahwa dirinya dan pasukan Wagner akan menghancurkan siapa saja yang menghalangi jalan mereka.

"Saya meminta Anda untuk tidak melawan. Siapa pun yang melakukannya akan dianggap sebagai ancaman dan dihancurkan. Itu berlaku untuk setiap pos pemeriksaan dan pesawat dalam perjalanan kami. Kekuasaan kepresidenan, pemerintah, polisi, dan penjaga Rusia akan bekerja seperti biasa," jelas Prigozhin, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved