Senin, 20 April 2026

Bisnis Medco Energi Terus Tumbuh tanpa Abaikan Misi Pengurangan Emisi

Manager of Capital Market Medco Energi, Ridho Wahyudi, mempresentasikan portofolio perusahaan di Booth Medco Energi dalam acara Indonesia Petroleum As

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TribunPalu.com/Asnawi Zikri
Manager of Capital Market Medco Energi, Ridho Wahyudi, mempresentasikan portofolio perusahaan di Booth Medco Energi dalam acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-47 tahun 2023, di ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa (25/7/2023). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANTEN - Lebih dari 40 tahun beroperasi, PT Medco Energi Internasional Tbk terus tumbuh dan secara nyata, berkontribusi pada pemenuhan energi Indonesia maupun di Asia Tenggara tanpa mengabaikan misi pengurangan emisi.

Tidak hanya pada sektor minyak dan gas (Migas), Medco Energi juga telah merambah pada bisnis ketenagalistrikan dan pertambangan mineral.

Ini sebagai upaya untuk mempertebal kontribusi bagi negara maupun portofolio perusahaan yang didirikan Arifin Panigoro ini.

Baca juga: Buka IPA Convex 2023, Menteri Arifin Uraikan Upaya Subsektor Migas Dukung Transisi Energi

Manager of Capital Market Medco Energi Ridho Wahyudi memaparkan, dari tiga sektor bisnis itu, industri Migas masih menjadi menyumbang pendapatan terbesar bagi perusahaan.

Pada kuartal pertama tahun 2023, perusahaan ini mencatatkan produksi sebanyak 165 ribu barel per hari (mboepd) dan memiliki cadangan sebesar 426 mboepd. Ini membuktikan kehandalan dan kekuatan portofolio bisnisnya.

Meski produksi terus meningkat, kata Ridho, Medco Energi berhasil melakukan efisiensi pada ongkos produksi tanpa mengabaikan keselamatan sumber daya manusia, kontraktor, maupun lingkungan.

Bahkan, hingga kuartal pertama 2023, perusahaan ini berhasil mempertahankan biaya produksi di bawah angka 10 juta dolar per barel.

"Kami harapkan dengan struktur biaya ini dapat memperpanjang umur ekonomis aset-aset produksi," kata Ridho saat presentasi di Booth Medco Energi dalam acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-47 tahun 2023, di ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa (25/7/2023).

Baca juga: Pertamina EP dan PT Banggai Amonia Indonesia Teken Kesepakatan Jual Beli Gas

Ridho menguraikan, pada produksi yang meningkat dan melampaui target itu karena ditopang oleh 12 aset Medco Energi yang telah berproduksi dari total 14 aset Migas di Indonesia.

Selain Indonesia, Medco Energi juga hadir di 6 negara sebagai operator maupun non-operator, mulai dari Tanzania, Yemen, Libya, Oman, Meksiko, hingga Thailand.

Untuk meningkatkan capaian produksi di masa mendatang, lanjut dia, Medco Energi terus melanjutkan proyek-proyek utama yaitu Lapangan Forel dan Bronang di PSC South Natuna Sea Block B, Lapangan Suban di PSC Corridor, dan pengembangan fase 2 PSC Senoro-Toili di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Pengembangan-pengembangan baru tersebut juga didukung dengan perpanjangan kontrak jual beli gas di Blok Natuna dan Blok Corridor yang memperpanjang umur cadangan (reserve life) dan keberlanjutan dari blok-blok tersebut.

Medco Energi mempunyai strategi dalam mengembangkan bisnisnya terutama pada sektor Migas, yaitu fokus pada upaya memperpanjang umur cadangan melalui eksplorasi di wilayah kerja yang sudah ada.

Kemudian menjadi agregator untuk aset-aset yang sudah matang dan berproduksi seperti mengakuisisi Corridor di Natuna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved