Komunitas Sulteng
Bincang-bincang Keteknikan di Kota Palu, Ajang Curhat IKA Teknik Untad
Sejumlah alumni menyarankan agar kampus dan alumni yang ada menciptakan alumni yang dapat menjadi entepreuner juga
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, PALU - Berbagai pembahasan dan problematika dihadapi alumni Teknik Universitas Tadulako mencuat dalam Bincang-bincang Keteknikan.
Kegiatan itu digelar Ikatan Alumni Teknik Universitas Tadulako di Cafe Startup, Jl Swdap Malam, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Minggu (27/8/2023).
Bincang-bincang Keteknikan menghadirkan empat narasumber yang juga IKA Teknik Untad.
Keempatnya adalah Asesor Nasional Ahmad Murtafi, Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Muda M Rusdi.
Arsitek dan Penggiat Komunitas Muh Alwan Supa dan Ahli Teknik Tenaga Listrik, Ahli Tenaga Elektronika serta Komunikasi Dalam Gedung Ardiansyah
Ardiansyah mengawali ceritanya dengan membahas nilai pengetahuan yang diperoleh di dunia kampus dalam kehidupan di tengah masyarakat.
"Di dunia elektronik kita kenal arus kuat dan arus lemah. Makna dalam arus itu ternyata berguna di kehidupan sehari-hari dalam bersosialisasi," jelas Ardiansya.
Dia juga menyebut, alumni harus memiliki standarisasi dalam melakukan pekerjaan sehingga dapat memberikan nilai pada almamater.
"Kita selalu memberikan berbagai tes dalam pekerjaan untuk memberikan hasil maksimal. Semua produk saya jaga kualitasnya demi menjaga nama baik almamater," tutur Ardiansyah.
Sementara Rusdy mengimbau alumni Teknik Mesin untuk menangkap isu terkait kebutuhan dasar di dunia luar, termasuk pentingnya sertifikasi profesi.
"Kami berupaya mengumpulkan data sertifikasi profesi untuk dijadikan acuan adim-adik mahasiswa maupun yang baru selesai," jelas Rusdy.
Sementara Muh Alwan Supa mengulas berbagai pengalamannya bergwlut dengan kerelawanan pascabencana.
"Banyak Ilmu baru kami dapat dari lokasi bencana. Dan ternyata alumni arsitektur sangat dibutuhkan dalam kegiatan relawan bencana," kata Alwan.
Ahmad Murtafi menyarankan alumni untuk tidak berpegang teguh pada pengetahuan, skill dan sikap saat bergelut dalam berbagai pekerjaan.
"Pengetahuan tanpa skill juga tidak dipandang, pengetahuan dan skill tanpa sikap yang baik juga tidak memberikan nilai tambah," ucap Ahmad.
Ahmad Munarfi menyatakan kebanggannya menjadi bagian dari alumni Teknik Untad.
Usai keempatnya mengenalkan diri, sejumlah alumni pun berdiri dan mencerikan pengalaman masing-masing.
Ada yang membahas soal aturan, adapula membahas soal keprofesionalan dalam dunia kerja.
Sejumlah alumni menyarankan agar kampus dan alumni yang ada menciptakan alumni yang dapat menjadi entepreuner juga.
Serukan Kontribusi Positif untuk Kampus
Ketua IKA Teknik Untad Arwan Ibrahim menyerukan alumni untuk memberikan kontribusi yang baik untuk kampus.
Dia berharap, agenda-agenda road to 4 dekade Fakultas Teknik Universitas Tadulako dapat menciptakan hal-hal postifi bagi kampus dan mahasiswa.
"Road to 4 dekade harusnya bisa lebih ramai. Mari kita ramaikan dengam berbagai agenda," kata Arwan.(*)
Terpilih Aklamasi, Syarifuddin Hafid Nahkodai HNSI Sulteng |
![]() |
---|
PFI Palu Bakal Gelar Pameran Foto di PGM, Terbuka untuk Umum |
![]() |
---|
Kapolda Ajak Persatuan Purnawirawan Polri Sulteng Berkontribusi untuk Negara |
![]() |
---|
Gubernur Anwar Hafid Minta Dekopinwil Sulteng Bina Koperasi Merah Putih |
![]() |
---|
Bupati Parigi Moutong Ajak Warga Peduli Keberadaan Mangrove |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.