Senin, 4 Mei 2026

Kronologi dan Motif Oknum Paspampres yang Culik dan Aniaya Pemuda Asal Aceh di Tangerang

Para pelaku juga menelepon keluarga lain serta mengirimkan video penganiayaan terhadap korban.

Tayang:
Editor: mahyuddin
handover
Pemuda berinisial Imam Masykur (25) asal Aceh meregang nyawa usai diculik dan dianiaya oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pelaku diketahui Praka Riswandi Manik (29) bersama pria lain dari satuan Direktorat Topografi TNI AD dan satuan Kodam Iskandar Muda. 

TRIBUNPALU.COM - Pemuda berinisial Imam Masykur (25) asal Aceh meregang nyawa usai diculik dan dianiaya oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Pelaku diketahui Praka Riswandi Manik (29) bersama pria lain dari satuan Direktorat Topografi TNI AD dan satuan Kodam Iskandar Muda.

Peristiwa penculikan pria asal Desa Mon Kelayu, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh itu terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023 di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Menurut sepupu korban, Said Sulaiman, pelaku penculikan berjumlah sekitar tiga orang.

Para pelaku mendatangi korban kemudian memaksa korban masuk ke dalam mobil.

Kemudian rentang waktu pukul 19.00 WIB-20.00 WIB, Said mendapat telepon dari korban yang menerangkan bahwa dirinya mengalami penganiayaan.

Para pelaku juga menelepon keluarga lain serta mengirimkan video penganiayaan terhadap korban.

“Setelah itu tidak ada lagi kontak, ibu sempat menelepon yang jawabmya pelaku, 'kalau sayang dengan anak ibu kirim duit  50 juta. Kalau enggak saya habisi anak ibu saya buang ke sungai' bilang gitu dia, kan ibu sudah panik jangan buang,” kata Said saat dihubungi.

Baca juga: VIRAL Oknum Paspampres Diduga Culik dan Siksa Warga Aceh Sampai Mati, Ini Kronologinya

Dalam percakapannya, kata Said, korban sempat mengaku tak sanggup dan ingin mati saja.

Pelaku juga terus mendesak agar keluarga segera menembus korban dengan uang senilai Rp 50 juta.

Said meyakini korban sebagai pedagang kosmetik tidak memiliki masalah dengan seseorang dan utang piutang. 

“Habis itu, bilang ke saya sudah nggak sanggup lagi mau mati, gitu doang. Habis itu ada percakapan dia sama pelaku disuruh kirim uang,” kata Said.

Beberapa hari kemudian jenazah korban Imam ditemukan oleh warga di sebuah sungai di Karawang Barat, Jawa Barat.

Kabar penemuan mayat itu diterima Said saat dirinya dipanggil polisi untuk datang ke RSPAD.  

Pemanggilannya itu untuk memastikan bahwa jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di Karawang adalah korban IM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved