Apa Itu Flare? Ini Definisi, Fungsi Utama hingga Bahaya Penggunaan Flare Secara Sembarangan

Apa itu flare? Benarkah benda yang bisa menimbulkan kebakaran? Apa fungsi utama dari flare?

Editor: Imam Saputro
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Oknum suporter menyalakan flare seusai laga Arema FC vs Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (30/7/2019). Arema FC mengalahkan Persib Bandung dengan skor 5-1. 

TRIBUNPALU.COM - Apa itu flare? Benarkah benda yang bisa menimbulkan kebakaran? Apa fungsi utama dari flare? 

Simak penjelasan tentang apa itu flare, dan ketahui lebih dalam tentang bahaya dan juga fungsi utamanya.

Baru-baru ini, terjadi kebakaran di salah satu kawasan wisata di Bromo yang diduga disebabkan karena terkena percikan flare oleh pasangan yang tengah melakukan foto prewedding.

Flare sendiri sebenarnya merupakan sebuah perangkat keselamatan penting.

Mengutip dari exxonmobil.com, flare biasanya digunakan sebagai perangkat keselamatan yang digunakan di kilang dan petrokimia.

Bahaya Penggunaan Flare

Flare pada umumnya dapat menyebabkan terjadinya kebakaran.

Mengutip dari supporters-direct.scot, flare dikhawatirkan menimbulkan kebakaran jika berada di suhu yang tinggi.

Selain itu, asap dari flare juga sering mengganggu pandangan sekitar.

Jadi secara tidak langsung penggunaan flare ini cukup berbahaya dan tidak dapat digunakan di sembarangan tempat.

Dikutip dari boatiesbestmate.nz, hal ini disebabkan karena bahan kandungan yang ada di dalam flare dapat menimbulkan percikan api.

Fungsi Utama dari Penggunaan Flare

- Sebagai bahan penyelamatan;

- Memberi tanda adanya bahaya;

- Menunjukkan posisi saat tersesat;

- Membuat sinyal atau tanda ketika tidak terlihat di air atau di udara;

- Sebagai kode pemberitahuan tertentu.

Jenis-jenis Flare

1. Flare Orange

Flare yang dapat mengeluarkan asap berwarna orang ini tidak dapat padam karena hujan lebat atau angin kencang.

Flare jenis ini cocok digunakan untuk memberikan tanda sinyal marabahaya dan dipakai ketika siang hari.

2. Flare Genggam

Flare genggam efektif untuk mengabarkan adanya bahaya dan bisa digunakan saat siang atau malam hari.

Flare ini memiliki pencahayaan yang sangat terang dengan jangkauan visibilitas yang baik sehingga memungkinkan dapat dilihat oleh pesawat dari atas udara.

Durasi flare ini hanya selama 60 detik.

3. Flare roket merah

Flare ini mampu terlihat hingga jarak 10-40 mil yang membuatnya bisa terlihat meski di malam hari.

Flare roket dapat meluncur hingga ketinggian 300 m.

Durasi lama menyala flare ini hanya 40-60 detik saja.

Flare ini tidak boleh dibuang sembarangan.

Flare yang dibuang sembarangan akan menjadi rusak dan dapat menyebabkan kebakaran, karena masih bisa menyala.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved