Sulteng Hari Ini

BPKAD dan BPKP Sulteng Gelar Bimbingan Teknis SIMDA FMIS

Gubernur Sulteng Rusdy Mastura melalui Asisten Administrasi Umum M Sadly Lesnusa mengapresiasi Bimtek Peningkatan SDM Penatausahaan, Pelaporan Keuanga

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Bimtek Peningkatan SDM Penatausahaan, Pelaporan Keuangan dan Troubleshooting SIMDA FMIS, Senin (18/9/2023). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Jolinda Amoreka 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulteng Rusdy Mastura melalui Asisten Administrasi Umum M Sadly Lesnusa mengapresiasi Bimtek Peningkatan SDM Penatausahaan, Pelaporan Keuangan dan Troubleshooting SIMDA FMIS. 

Kegiatan ini berlangsung di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulteng, Jl Moh Yamin, Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (18/9/2023).

Bimtek ini kata Kepala Bidang Akuntansi pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sulteng Idhamsyah adalah kerjasama BPKAD dan BPKP Perwakilan Sulteng untuk meningkatkan penguasaan aplikasi SIMDA FMIS oleh para bendahara dan operator di tiap OPD provinsi.  

Sementara FMIS atau Financial Management Information System adalah aplikasi yang dikembangkan BPKP sejak 2003 dan telah digunakan sejumlah besar daerah.

Baca juga: Pegawai Honorer di Palu Jadi Kurir Sabu Jaringan Kartel Narkoba Fredy Pratama, Terancam Hukuman Mati

Olehnya itu, gubernur memandang penting keberadaan SIMDA FMIS sebagai instrumen mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel.

Dengan tata kelola yang baik maka gubernur optimis akan berimplikasi bagi terciptanya good and clean government di Negeri Seribu Megalith.

Ia pun meminta peserta mengikuti bimtek dengan serius agar mampu mengoperasikan aplikasi SIMDA versi terbaru ini.

"Semoga pengetahuan-pengetahuan (dari bimtek) ini membawa aura positif bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah," harap Asisten Sadly Lesnusa.

Senada dengan itu Kepala Perwakilan BPKP Sulteng Edy Suharto dalam sambutannya menjelaskan bahwa SIMDA FMIS dapat mendukung terwujudnya sistem pengelolaan keuangan daerah yang handal berbasis teknologi informasi.

"Keuangan daerah begitu rumit sehingga perlu dibentuk alat untuk mempercepat, mempermudah dan menjamin akurasi transaksi keuangan dan laporan keuangan daerah," tutur Edy Suharto.

Edy Suharto juga meyakini aplikasi ini dapat digunakan dengan baik oleh pengelola keuangan meski si pengelola bukan murni lulusan akuntansi.

"Semua sudah difasilitasi dengan aplikasi ini yang menunjukkan BPKP tidak tanggung-tanggung dalam membangunnya," ujar Edy Suharto. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved