Kecelakaan Kerja di Morut

Daftar Kecelakaan Kerja di Perusahaan Tambang Morut 2021-2023, Didominasi Tungku Smelter Meledak

Keduanya tewas dalam peristiwa ledakan tungku smelter di perusahaan pengelolaan nikel tersebut.

|
Editor: mahyuddin
handover
Kasus kecelakaan kerja di Perusahaan Tambang, Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, mengisi pemberitaan media massa di Sulawesi Tengah setahun terakhir. 

TRIBUNPALU.COM -  Kasus kecelakaan kerja di Perusahaan Tambang Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, mengisi pemberitaan media massa di Sulawesi Tengah setahun terakhir.

Bahkan, dari kecelakaan kerja itu, enam pekerja Perusahaan Tambang meregang nyawa.

Keduanya tewas dalam peristiwa ledakan tungku smelter di perusahaan pengelolaan nikel tersebut.

Berikut kasus kecelakaan kerja di PT GNI Morowali Utara:

* Tungku 7 Smelter Meledak

Operator alat berat tewas dalam peristiwa ledakan tungku smelter Perushaan Tambang Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Rabu 27 September 2023.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, asal Dusun Talle-talle, Desa Topanda, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, korban berinisial SH (21) sebulan bekerja di perusahaan yang mengoperasikan alat berat di kawasan perusahaan itu.

Diketahui, letupan api diduga muncul sebelum terak nikel diangkut dengan ekskavator yang dikendarai korban.

Upaya pemadaman api telah dilakukan oleh para karyawan yang berada di lokasi seketika setelah letupan terjadi.

Namun, keadaan tersebut menimbulkan kepanikan sehingga sejumlah karyawan berlarian menyelamatkan diri.

Sesaat setelahnya, korban yang merupakan operator alat berat  ditemukan di area kolam terak nikel.

* Semburan Api di Tungku Smelter

Sedikitnya satu pekerja tewas dan enam mengalami luka bakar dalam kecelakaan kerja di Perusahaan Tambang yang sama, 26 Juli 2023.

Dari tujuh pekerja itu, satu pekerja lokal tewas, sisanya tenaga kerja asing asal Tiongkok mengalami luka bakar.

Peristiwa itu terjadi di saat ketujuh korban mengerjakan pemasangan saringan filter di fasilitas grinding smelter 1.

Kala itu, ada semburan api dari proses pekerjaan mereka.

Api diduga berasal dari pekerja lain di bagian pengelasan atau welder.

Semburan api dan batubara kemudian mengenai pekerja di sekitar lokasi.

Korban tewas diketahui bernama Ferdi warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Jenazah korban pun telah dipulangkan ke kampung halamannya.

Sementara pekerja lainnya dilarikan ke RS Kolonodale Morowali Utara.

* Truk Terguling

Pada  29 Januari 2023, seorang pekerja di kawasan Perusahaan Tambang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan.

Pekerja bernama Nelgi Rukka (27) asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tewas usai truk yang dikendarainya tergelincir.

Truk itu membawa muatan slag untuk perbaikan dan pengerasan jalan di sekitar kawasan industri.

Sopir melompat dari kendaraan dan mobil yang dikendarainya menabrak pembatas jalan.

Sejumlah pekerja segera menolong korban dan membawanya ke Klinik PT GNI namun nyawa korban tak tertolong.

* Bentrok Tenaga Kerja

Tenaga Kerja di kawasan Perusahaan Tambang Morowali Utara bentrok.

Aksi saling serang melibatkan tenaga kerja itu terjadi pada Sabtu (14/1/2023) sekitar pukul 21.00 Wita.

Bentrokan itu menyebabkan 11 orang menjadi korban, yang 2 di antaranya dinyatakan tewas.

Korban tewas masing-masing 1 WNA inisial XE dan 1 WNI berinisial MS warga Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Diketahui, kericuhan ini melibatkan tenaga kerja asing dan tenaga kerja lokal.

Kericuhan diawali karyawan Indonesia menggelar aksi Mogok Kerja dan masuk ke pabrik untuk mengajak buruh lainnya mengikuti kegiatan itu.

Saat di dalam pabrik, buruh asal China yang tidak ingin mengikuti aksi Mogok Kerja malah menyerang sejumlah karyawan lokal.

Aksi pekerja asing itu mendapat perlawanan hingga terjadi bentrok.

Para buruh yang terlibat bentrok menggunakan besi maupun peralatan di pabrik.

Bentok kedua kubu itu pun merembet hingga pengrusakan dan pembakaran fasilitas kantor dan armada perusahaan.

Diketahui, seruan Mogok Kerja karyawan di perushaan itu menyusul seringnya terjadi kecelakaan kerja perusahaan nikel tersebut.

Mereka menuntut agar dilakukan perbaikan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan kenaikan penghasilan/gaji mulai Januari 2023.

* Kebakaran Smelter

Nirwana dan I Made Defri tewas dalam insiden kebakaran Smelter Perusahaan Tambang, 22 Desember 2022.

Kedua korban sama-sama terjebak saat kebakaran.

Keduanya juga sama-sama bekerja di bawah Departemen Smelter Produksi Perusahaan Tambang Morowali Utara.

Nirwana Selle dan Made terkurung di dalam crane hingga pada akhirnya terpanggang akibat adanya ledakan tungku di smelter dua.

Nirwana berada di dalam crane pada ketinggian setara 5 lantai. 

Dia mengawasi crane yang tengah dioperasikan Made.

Saat api meledak, Nirwana dan Made sempat berteriak, namun rekan-rekannya yang ada di lokasi tidak bisa menolong lantaran kondisi api yang membesar.

Kedua korban itu tidak bisa keluar karena pintu crane yang otomatis.

Catatan Walhi

Walhi Sulteng mencatat kecelakaan kerja di Perusahaan Tambang di Morowali Utara sepanjang 2022-2021 terjadi sebanyak tiga kali.

Mulai dari operator yang tertimbun longsor, crew smelter terjatuh, hingga ledakan tungku smelter.

Pada 24 Juni 2022, karyawan bernama Yaser (24) terseret longsor akibat dipaksa mengoperasikan Dozer tanpa lampu penerangan di tengah malam, hingga masuk ke laut dengan kedalaman 26 meter.

Selain itu juga adanya karyawan bernama Alif Farhan hilang saat bekerja crew tungku 6 smelter dan ditemukan tidak bernyawa setelah jatuh di sebelah control tuas mesin horolik pada 2021.

Terakhir terjadinya ledakan smelter  yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia, masing-masing bernama Nirwana dan Made Devri.

Meski kerap memakan korban, Walhi menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memberikan sanksi kepada perusahaan.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved