Minggu, 19 April 2026

Sulteng Hari Ini

Disnakertrans Sulteng Lepas 10 Peserta Magang Bahasa Mandarin di PT GNI Morowali

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah melepas sebanyak 10 anak muda mengikuti pemagangan dalam negeri kejuruan bahasa Mandarin ke PT Gun

Penulis: Fadhila Amalia | Editor: Haqir Muhakir
Fadhila
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah melepas sebanyak 10 anak muda mengikuti pemagangan dalam negeri kejuruan bahasa Mandarin ke PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Senin (2/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fadhila

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah melepas sebanyak 10 anak muda mengikuti pemagangan dalam negeri kejuruan bahasa Mandarin ke PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Senin (2/10/2023).

Pelepasan tersebut berlangsung di Aula Kantor Disnakertrans Sulteng, Jl RA Kartini, Kelurahan Lolu Utara Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

Adapun 10 orang tersebut berasal dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Morowali Utara. 

Baca juga: Selama Kunker di Sulteng, Wapres Maruf Amin Akan Menginap di Hotel Santika Palu

Diketahui penerjemah bahasa Mandarin di Sulteng kian meningkat seiring dengan munculnya perusahaan yang memperkerjakan TKA asal Cina, khususnya di daerah industri seperti Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara.

Disnakertrans Sulteng bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Toya Languages Institute memberangkatkan 10 orang sebagai penerjemah bahasa Mandarin atau ‘Lao Shi’ di PT GNI berlokasi di Morowali Utara.

Kepala Disnakertrans Sulteng, Arnold Firdaus menyampaikan bahwa kebutuhan penerjemah bahasa Mandarin di kawasan industri mencapai ratusan hingga ribuan orang.

“Jadi memang problem bahasa ini sangat utama, karena seringkali terjadi misleading saat kita men-translate dari bahasa Indonesia ke China. Itu yang jadi tantangan,” kata Arnold kepada TribunPalu.com.

Menurutnya, adanya penjelasan informasi yang tidak sesuai dari penerjemah bahasa berisiko membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Olehnya itu para penerjemah diminta untuk paham konteks bahasa agar komunikasi dapat berjalan secara efektif. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved