Perang Gaza
Kewalahan Hadapi Hamas, Kini Israel Andalkan Bantuan Senjata Perang Canggih dari Amerika
Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan rencananya untuk mengirimkan pasokan baru berupa sistem pertahanan udara, amunisi ke Israel.
Sebagai informasi, ketika perang memasuki hari kelima, 900 warga Palestina terbunuh di Gaza, dan jumlah korban tewas di Israel meningkat menjadi 1.000 orang.
Di Gaza, tim penyelamat kesulitan untuk menjangkau korban yang selamat di beberapa daerah.
Sementara itu, kelompok-kelompok kemanusiaan mengecam pengumuman Israel bahwa mereka akan memotong makanan, air, dan pasokan dalam pengepungan penuh terhadap wilayah kantong tersebut.
Di sisi lain, Hamas terus menembakkan roket ke Israel.
Lalu, pasukan Israel dan pejuang Hizbullah yang berbasis di Lebanon juga saling baku tembak.
Adapun serangan mendadak yang dilakukan Hamas pada hari Sabtu terjadi setelah pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, serangan tersebut karena sejumlah besar warga Palestina dibunuh oleh Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Israel kemudian secara resmi menyatakan perang pada Minggu (8/10/2023).
Pada hari Senin, Hamas mengancam akan membunuh sandera Israel setiap kali Israel menargetkan warga sipil di rumah mereka di Gaza 'tanpa peringatan'.
Hizbullah juga terlibat dalam bentrokan lintas batas dengan Israel pada hari Senin dan Selasa, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.(*)
(TribunPalu.com/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gAZA-hAMAS-PALESTINA-isRAEL.jpg)