Komunitas Sulteng

ROA Sulteng Perkenalkan Spesies Terancam Punah ke Anak Sekolah di Pesisir Balantak

Kegiatan itu memberikan informasi dan pengetahuan serta penyadaran tentang pentingnya melindungi spesies terancam punah.

|
Editor: mahyuddin
handover
Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) membekali anak sekolah di Kelurahan Talang Batu, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan pendidikan konservasi pesisir. 

TRIBUNPALU.COM - Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) membekali anak sekolah di Kelurahan Talang Batu, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan pendidikan konservasi pesisir.

Kegiatan itu memberikan informasi dan pengetahuan serta penyadaran tentang pentingnya melindungi spesies terancam punah.

Wilayah pesisir Balantak merupakan kawasan biogeografis yang mencakup sekelompok pulau-pulau dan kepulauan di wilayah Indonesia bagian tengah atau dikenal sebagai kawasan Wallacea.

“Memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di pesisir serta melindungi spesies terancam punah sangat baik dan bermanfaat agar kelak mereka lebih memiliki kepedulian dan menjadi bagian dalam upaya perlindungan dan penyelamatan bagi spesies maupun wilayah pesisir,” ujar Fasilitator Lapang ROA Irsan melalui rilis tertulisnya, Rabu (1/11/2023).

Kegiatan dimulai dengan penyampaian informasi kepada peserta tentang ekosistem pesisir, termasuk berbagai spesies yang hidup di sana.

Baca juga: OJK Sulteng Jalankan Program Ekosistem Keuangan Inklusif di Desa Lukpanenteng Bangkep

Anak-anak diajak untuk memahami peran ekosistem pesisir dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan manusia melalui bermain mengenal spesies menggunakan alat peraga yang merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah.

“Anak-anak kita ajak untuk mengidentifikasi spesies terancam punah di pesisir, seperti penyu, hiu, paus dan berbagai jenis ikan yang terancam punah. Anak-anak diajari cara mengidentifikasi spesies-spesies ini dan mengapa mereka harus dilindungi," kata Irsan.

Belasan anak perempuan dan laki-laki dengan riang gembira belajar bersama di tepi pantai guna mendekatkan diri dengan alam pesisir dan laut.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng Muh Edward Yusuf menyebutkan, pendidikan konservasi pesisir mengajak anak-anak menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan.

“Diharapkan program pendidikan konservasi pesisir seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Tengah dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem pesisir yang sangat berharga. Selain itu, kesadaran anak-anak tentang pentingnya melindungi spesies terancam punah di pesisir,” jelas Edward.

Wilayah pesisir pantai Balantak merupakan wilayah yang kerabkali menjadi tempat pendaratan penyu bahkan pernah terjadi kasus terdamparnya paus sperma yang memiliki panjang kurang lebih delapan meter.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved