Rekontruksi Pembunuhan Bocah di Palu
Pelaku Pembunuhan Bocah SD di Palu Barat Peragakan 20 Adegan
Tak ada penjelasan detail dari kepolisian terkait adegan Rekonstruksi Pembunuhan itu.
Penulis: Haqir Muhakir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, PALU - Sedikitnya 20 adegan diperagakan tersangka MFM (16) terhadap korbannya AR (8) dalam rekonstruksi kasus pembunuhan.
Rekonstruksi pembunuhan itu berlangsung di Gedung Torabelo, Polresta Palu, Jl Sam Ratulangi, Kota Palu, Rabu (8/11/2023).
Tak ada penjelasan detail dari kepolisian terkait adegan Rekonstruksi Pembunuhan itu.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ferdinand Esau Numbery mengungkap hasil visum luar siswa SD berinisial AR (8) ditemukan tewas dalam keadaan telanjang.
Menurutnya, dari hasil visum luar yang dikeluarkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual di tubuh atau dubur korban.
Kata Ferdinand, awalnya orangtuanya masih melihat korban pada Selasa 31 Oktober 2023 sekitar pukul 19.30 wita.
"Habis Isya itu anak ini (korban) keluar, begitu mendekati jam 9 malam, orang tuanya sudah mulai khawatir, makanya orang tuanya mulai mencari," ucapnya kepada TribunPalu.com, beberapa waktu lalu.
Baca juga: UPT PPA Sulteng Jadwalkan Pendampingan Psikologi Ibu Bocah Korban Pembunuhan di Kota Palu
Kemudian, saat orangtua korban melakukan pencarian, ada seseorang yang mengatakan bahwa anaknya dibawa MFM (16).
"Saat itu ibunya tanya rumah tersangka, makanya mereka pergi ke sana, sampai di sana mereka panggil tersangka untuk menanyakan korban, katanya korban diturunkan di gang," ujarnya.
Saat keluarga melakukan pencarian, korban belum juga ditemukan, sehingga dilaporkan ke Polsek Palu Barat sekitar pukul 21.00 wita.
Atas laporan itu, pihak Polsek Palu Barat kembali mendatangi rumah pelaku dan menanyakan tempat terakhir dia bersama korban.
Baca juga: Tak Terima Skenario Polisi, Ayah Bocah 8 Tahun Tewas di Palu Barat Sulteng Tagih Hasil Visum
Motif pelaku mengajak korban dengan mengiming-imingi bermain stick es krim.
"Tapi tidak ada mau main stick ini, dia cuman mau ajak berputar-putar saja korban, tapi dalam perjalanan itu mereka jatuh dan saat jatuh itu korban katakan nambongo naik sepeda," tuturnya.
Akibat perkataan itu, pelaku pun tersinggung dan sakit hati serta langsung mengeksekusi korban dengan cara dicekik.
Saat itu juga, pelaku juga masih membuka baju korban dan hanya sebatas memegang alat vitalnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Pedofil-di-Palu-Barat.jpg)