Kamis, 16 April 2026

Hadiri COP 28 Dubai, CEO PT Vale Komitmen Jadi Perusahaan Rendah Karbon Terdepan di Dunia

Febriany mengawali pemaparannya dengan menyampaikan satu slide yang memuat foto udara Danau Matano.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
handover
CEO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Febriany Eddy menjadi panelis pada diskusi mengenai perubahan iklim, di Paviliun Indonesia pada perhelatan dunia Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab. Diskusi panel dipandu Penasihat Senior Menteri KLHK RI Efransjah dengan menghadirkan beberapa pembicara dari pelaku industri terkemuka di tanah air. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - CEO PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Febriany Eddy menjadi panelis pada diskusi mengenai perubahan iklim, di Paviliun Indonesia pada perhelatan dunia Conference of Parties (COP) ke-28 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Diskusi panel dipandu  Penasihat Senior Menteri KLHK RI Efransjah dengan menghadirkan beberapa pembicara dari pelaku industri terkemuka di tanah air.

Pembicara lainnya, yakni Direktur Medco Energi Amri Siahaan, Presiden Direktur AMMAN Rachmat Makassau, CEO PLN Darmawan Prasodjo, dan Direktur PT Astra International Tbk Gita Tiffany.

Para pembicara menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk berperan konkret dalam mengatasi krisis iklim.

Hal ini selaras dengan topik panel “Transforming the Nation to Renewable Energy”.

Febriany mengawali pemaparannya dengan menyampaikan satu slide yang memuat foto udara Danau Matano.

Di hadapan hadirin di Paviliun Indonesia, Febri mengungkapkan tantangan terbesar PT Vale adalah menjaga Danau Matano dan keanekaragaman hayati di garis Wallacea.

Baca juga: PT Vale Indonesia Raih Predikat Leadership AA dalam ESG Transparency and Disclosure Award Tahun 2023

Febri juga membagikan informasi terkait  investasi signifikan PT Vale pada Energi Baru Terbarukan (EBT), yakni dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pertama pada 1978, yang disusul dengan pembangunan PLTA kedua dan ketiga pada 1999 dan 2011.

“Ketiga PLTA menghasilkan listrik 365 megawatt yang menjadi 100 persen sumber energi dalam aktivitas smelting atau peleburan nikel di pabrik,” jelas Febri melalui rilis tertulis diperoleh TribunPalu.com, Senin (4/12/2023).

 Febri juga menyampaikan tiga proyek masa depan PT Vale, yakni di Sulawesi Tengah, Tenggara, dan Selatan.

Pada ketiga proyek dengan nilai investasi mencapai 8,6 miliar dolar AS itu, PT Vale akan menggunakan sumber-sumber energi berbasis EBT, termasuk mengoptimalkan gas alam.

Febri menegaskan, melalui inisiatif ini, PT Vale harus menjadi perusahaan rendah karbon di dunia.

“Meskipun penggunaan gas alam membutuhkan biaya yang lebih besar, yakni menambah hingga 300 juta dolar AS pada capex, PT vale tetap memilih menggunakan opsi ini untuk mengurangi emisi,” ungkap Febri.

Pada hari kedua diskusi panel, Jumat, 1 Desember 2023 Febri kembali menjadi salah satu panelis dengan topik bahasan 'Adoption of Transition Energy, Nature-Based Solution, Biomass and Circularity as Practical Climate Change Solution'.

Baca juga: CEO PT Vale Paparkan Peran Nikel Indonesia untuk Dunia di Hadapan Milenial dan Gen-Z

Febri menyampaikan, PT Vale memiliki dua inisiatif besar yang akan berkontribusi pada pengurangan 700 ribu ton CO2, yakni penggunaan biomassa serta konversi bahan bakar ke gas alam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved