Komunitas Sulteng

Muswil RAPI Touna Versi Mahmud Lahay Diprotes Anggota, Cek Duduk Perkaranya

Muswil RAPI Touna yang dibuka Asisten 1 Moh Syarif di Hotel Ananda, Kecamatan Ampana Kota, 9 Desember 2023.

|
Editor: mahyuddin
handover
LOGO RAPI - Muswarah Wilayah (Muswil) Perdana Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, menuai polemik. 

Muswil -ke1 RAPI Touna diwarnai Aksi Protes,dinilai cacat prosedural

TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Muswarah Wilayah (Muswil) Perdana Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Tojo Una-una (Touna), Sulawesi Tengah, menuai polemik.

Muswil RAPI Touna yang dibuka Asisten 1 Moh Syarif di Hotel Ananda, Kecamatan Ampana Kota, 9 Desember 2023.

Muswil itu menunjuk Mahmud Lahay sebagai Ketua RAPI Touna.

Hasil itu diprotes sebagian anggota hingga menuai keributan dalam forum.

Atas keributan yang terjadi, pihak kepolisian meminta penundaan kegiatan.

Informasi diperoleh TribunPalu.com, Minggu (24/12/2023), keributan itu dipicu adanya mandat yang diterbitkan RAPI Sulteng kepada anggota RAPI Touna bernama Tamsil.

Baca juga: 13 Pekerja Tewas di Morowali, Gubernur Minta Perusahaan Evaluasi Sistem Perlindungan Ketenagakerjaan

Mandat yang dipegang Tamsil kemudian diserahkan kepada Mahmud Lahay tanpa sepengetahuan pengurus.

Kubu Mahmud Lahay kemudian melaksanakan Muswil namun diprotes anggota RAPI Touna lainnya.

Saiful Hulungo, Ketua Panitia Muswil RAPI Touna menyebutkan, mandat dipegangnya adalah sah dari RAPI Sulteng.

"Mandat itu meminta kami segera membetuk kepengurusan RAPI di wilayah Touna. Alhamdulilah hal itu  udah kami laksanakan kemarin," ucap Saiful Hulungo di kediamanya.

Meski mengklaim Muswil RAPI Touna telah selesai, namun Saiful enggan membahas hasil dari kegiatannya itu.

"Hasilnya masih ditunda. Kalau memang ada yang protes bisa duduk bersama dan membesarkan organisasi ini," ujarnya.

Anggota Rapi Touna Suryanto menilai, ribut-ribut terkait Muswil dipicu mandat yang diterbitkan RAPI Sulteng.

"Pelaksaan Muswil itu saya dan anggota lainnya tidak dilibatkan, saya bertanya ada apa sebetulnya? Seperti ada yang ditutupi kepada saya dan anggota lainnya," ucap Suryanto kepada TribunPalu.com Minggu (24/13/2023).

Kemudian yanto bersama Anggota RAPI Lainya berkisar 40 orang mulai bergerak mendatangi lokasi Muswil

Hal yang sama juga disampaikan anggota RAPI Touan Taufan H Tandri.

"Kami kaget Muswil sudah digelar, ada apa ini?" tutur Taufan.

Baca juga: 4 Personel Polres Touna Diberhentikan Tidak Dengan Hormat dari Dinas Kepolisian, Ini Kata Kapolres

Dia menjelaskan, mandat yang dipegang Tamsil dikeluarkan RAPI Sulteng berdasarkan hasil koordinasi anggota RAPI Touna.

Setelah koordinasi, ada kelompok lain yang juga ingin membentuk RAPI Touna dalam waktu bersamaan.

"Tamsil sudah lama diberikan mandat, namun secara struktur dan program RAPI Touna tidak jalan, setelah kami mengusulkan pembentukan, ternyata ada pihak lain juga ingin membentuk kepengurusan," jelas Taufan

Taufan memastikan Mahmud Lahay sebagai pemegang mandat tidak memenuhi Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Organisasi RAPI jika ingin menjadi ketua.

Itu karena jabatan ketua hanya bisa diisi orang berstatus anggota minimal dua tahun.

"Mereka membangun opini bahwa Muswil sudah selesai. kami dan teman-teman sudah berkoordinasi ke Rapida Sulteng bahwa SK kepengurusan RAPI Touna tidak akan dikeluarkan karena kelengkapan administrasinya tidak ada, bahkan jalannya muswil tidak terlaksana," jelas Taufan.

Kabarnya, RAPI Touna akan dibentutuk melalui kepengurusan di Poso sebagai kabupaten induk.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved