Senin, 13 April 2026

Morowali Hari Ini

Lima Oknum Polisi Diduga Keroyok Karyawan PT IHIP di Morowali Sulteng, Berikut Kronologinya

Lima oknum polisi berpakaian preman diduga keroyok dua karyawan di kompleks jetty PT IHIP, Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali,

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Tangkapan layar oknum polisi diduga keroyok karyawan PT IHIP. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahril

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Lima oknum polisi berpakaian preman diduga keroyok dua karyawan di kompleks jetty PT IHIP, Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. 

Kronologinya, lima oknum polisi berpakaian preman itu meminta ijin kepada karyawan untuk memancing di area jetty, namun karena area jetty terlarang untuk aktivitas memancing, sang karyawan tak mengijinkan. 

"Teman saya itukan jaga, lokasi itukan dilarang memancing karena lokasinya perusahaan," terang sumber dalam voice note via whatsapp yang diterima TribunPalu.com, Rabu (13/3/2024) malam. 

Bukannya menerima dengan lapang dada aturan perusahaan, lima oknum polisi itu justeru bersikeras agar diizinkan memancing. Mereka berlima mengaku sebagai aparat. 

Baca juga: KPU Sulteng Target Rekapitulasi Pemilu 2024 Kabupaten Morowali Selesai Sore Ini

"Saya aparat di sini, izinkan saya memancing, tadi ada orang Cina memancing tidak apa-apa. Oh terserah pak kalau mau memancing terserah pak," urai sumber mengutip percakapan antara oknum polisi dan karyawan. 

Sang karyawan lantas melaporkan hal itu ke Jubir. Dari Jubir, dia diberikan petunjuk untuk mengambil gambar dan melaporkan kejadian tersebut ke security perusahaan. 

Beberapa menit usai dilaporkan, security datang dan menegur kelimanya. 

Tak terima dilaporkan, oknum polisi itu diduga mengeroyok sang karyawan. Pengakuan sumber, sang karyawan dipukul menggunakan helm, diberi bogem mentah bagian kepala kanan dan kiri hingga terjatuh. 

"Langsung karyawan ini dibangunkan lagi, dijambak, disodok pakai laras panjang perutnya," jelas sumber. 

Tak sampai disitu, kebrutalan oknum aparat ini juga dialami karyawan lainnya yang saat itu merekam kejadian tersebut, si perekam disebut dihantam hingga terduduk. 

Akibat peristiwa itu, sang karyawan saat ini mengalami trauma berat. 

Sementara itu, Kapolres Morowali, AKBP Suprianto saat dikonfirmasi pada Rabu (13/3/2024) malam mengatakan penanganan kasus tersebut di Satreskrim. 

"Penanganan laporan berproses di Satreskrim Polres Morowali," urai Kapolres. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved