Rabu, 27 Mei 2026

Perang Batin Vivit, Melawan Minder Hingga jadi Peserta Terbaik UKW PWI Surakarta

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gelaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 2024

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wahid Nurdin
Dokumen Pribadi
Pravitri Retno Widyastuti, peserta terbaik jenjang muda UKW PWI Surakarta tahun 2024 

TRIBUNPALU.COM - Ekspresi bingung sekaligus kaget tak bisa disembunyikan Pravitri Retno Widyastuti saat namanya disebut sebagai peserta terbaik Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Alila Hotel Solo, Sabtu (25/5/2024).

Bagaimana tidak, beberapa waktu lalu ia merasa minder bahkan ingin mundur, tiba-tiba berdiri di hadapan peserta dan penguji sebagai lulusan terbaik jenjang muda.

Vivit
Pravitri (Vivit) saat memberikan sambutan di depan penguji dan 29 peserta UKW PWI Surakarta di Alila Hotel, Sabtu (25/5/2024)

Kalau saja ia mengikuti keraguannya dan memilih mundur, perasaan bangga ini tentu tak akan dirasakan. Jangankan lulusan terbaik, luluspun tidak.

Salah satu alasan kuat mengapa ia terus maju adalah PWI sudah menyelenggarakan acara ini secara gratis.

Menurutnya, itu kesempatan luar biasa yang terlalu sayang dilewatkan bagi seorang wartawan sepertinya.

Sambil terkekeh, perempuan bernama sapa Vivit ini menceritakan pengalaman pertama ikut ujian yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Surakarta.

Saat berbincang daring, Selasa (28/5/2024) Vivit mengaku sempat ingin mundur dari UKW karena kurang percaya diri.

Bagaimana tidak, sejak menjalani profesi wartawan sejak 2017 lalu, bisa dibilang ia jarang turun ke lapangan.

Tuntutan pekerjaan membuatnya harus menyelesaikan karya jurnalistiknya di dalam ruangan.

Bagaimana bisa wartawan yang tumbuh dari awal di media online mengerjakan uji kompetensi yang materinya disusun di era koran cetak?

Bagaimana menemui dan menghubungi narasumber? Dua pertanyaan itu sempat membuat Vivit ragu, dan berfikir untuk mundur.

"Sebenernya sempet ada niatan pingin mundur, karena nggak yakin sama kemampuan diri sendiri," kenangnya.

Namun Vivit menyadari, UKW merupakan kewajiban sekaligus ajang pembuktian kelayakannya sebagai wartawan.

Apalagi acara ini diselenggarakan gratis bagi peserta. Padahal kalau berbayar, ia harus merogoh kocek setidaknya satu jutaan untuk UKW.

Baginya, uang segitu merupakan angka yang cukup besar, yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved