Sabtu, 11 April 2026

Morowali Hari Ini

Produksi Cabai Rawit di Morowali Turun Akibat Curah Hujan Tinggi

Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Morowali beberapa minggu terakhir menjadi asbab produksi cabai rawit merah menurun.

|
Editor: Regina Goldie
Handover
Produksi yang kurang di tingkat petani lokal Kabupaten Morowali disebut menjadi salah satu penyebab harga cabai rawit merah di pasaran kembali meroket. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Syahril

TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Produksi yang kurang di tingkat petani lokal Kabupaten Morowali disebut menjadi salah satu penyebab harga cabai rawit merah di pasaran kembali meroket.

Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Morowali beberapa minggu terakhir menjadi asbab produksi cabai rawit merah menurun.

"Jadi memang pada dasarnya ketika musim hujan itu sering ditemukan tanaman cabai petani diserang penyakit, salah satunya itu busuk buah, karena pada dasarnya cabai itu tanaman musim panas tetapi tidak bisa kering," kata Hudaya selaku Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Morowali.

Hal itu dia utarakan saat ditemui di kantornya kompleks perkantoran Bumi Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (6/8/2024).

Baca juga:
Pameran Etnografika Tampilkan Artefak Kebudayaan Sulteng, Berikut Lokasi dan Waktunya

Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan DPKP Kabupaten Morowali sejak Mei hingga Juni 2024 tercatat terdapat penurunan produksi. 

Pada Mei 2024, produksi cabai rawit di 9 kecamatan wilayah Kabupaten Morowali mencapai 432 kuintal namun pada Juni 2024 turun menjadi 410 kuintal. 

Meski penurunan ini hanya kurang lebih sebanyak 22 kuintal sejak Mei hingga Juni 2024.

Adapun rincian produksinya pada Mei 2024 di Kecamatan Menui Kepulauan sebanyak 2 kuintal, Bungku Pesisir 10 kuintal, Bungku Tengah 160 kuintal, Bungku Timur 20 kuintal, Bungku Barat 64 kuintal Bumi Raya 140 kuintal dan Wita Ponda sebanyak 36 kuintal total produksi 432 kuintal.

Juni 2024 di Kecamatan Menui Kepulauan sebanyak 2 kuintal, Bungku Selatan 3 kuintal, Bungku Tengah 140 kuintal, Bungku Timur 15 kuintal, Bungku Barat 72 kuintal, Bumi Raya 150 kuintal dan Kecamatan Wita Ponda sebanyak 28 kuintal total produksi 410 kuintal.

"Kalau untuk data bulan Juli itu sementara kami proses dan belum dapat di publish ini hanya data sementara," urai Hudaya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved