Sulteng Hari Ini
DP2KB Sulteng Hadirkan Aplikasi Depak Stunting, Kado HUT ke-62 Provinsi
Depak Stunting ini juga bagian dari program 100 hari kerja Kepala P2KB Sulawesi Tengah.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Ringkasan Berita:
- DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan aplikasi digital “Berani Depak Stunting” sebagai inovasi untuk mempercepat penanganan stunting, sekaligus kado HUT ke-62 Sulawesi Tengah.
- Aplikasi “Depak” (Deteksi Akar Penyebab Stunting) berfungsi mengidentifikasi penyebab utama stunting secara cepat dan tepat.
- Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Kepala DP2KB, drg Herry Mulyadi, dan dilakukan bekerja sama dengan Universitas Tadulako meski dengan anggaran terbatas.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah menghadirkan inovasi digital melalui peluncuran aplikasi “Berani Depak Stunting”, sebagai kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah.
Peluncuran aplikasi tersebut digelar di Gedung Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.
Aplikasi “Depak” merupakan singkatan dari Deteksi Akar Penyebab Stunting, yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi faktor utama penyebab stunting secara cepat dan tepat.
Depak Stunting ini juga bagian dari program 100 hari kerja Kepala P2KB Sulawesi Tengah, drg Herry Mulyadi, menghadirkan layanan berbasis digital.
“Ini juga menjadi hadiah dari DP2KB untuk HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah. Arahan dari bapak gubernur, setiap instansi wajib memiliki inovasi digital,” ujarnya Herry Kepada Wartawan.
Baca juga: Labasiano Dilanda Puting Beliung, Wabup Bangkep Minta Waspadai Cuaca Ekstrem
Ia menjelaskan, pengembangan aplikasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi bersama Universitas Tadulako, meski dengan keterbatasan anggaran.
“Saya berkali-kali menghadap rektor Untad, meminta bantuan karena anggaran sangat minim. Alhamdulillah, kita bisa menghadirkan aplikasi ini,” kata Herry.
Menurutnya, aplikasi ini diharapkan mampu mempercepat upaya penanganan stunting di daerah.
“Aplikasi ini lahir dari upaya bagaimana mempercepat penanganan stunting di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Setelah peluncuran, DP2KB Sulteng akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar penggunaan aplikasi tersebut dapat berjalan optimal.
Peluncuran aplikasi “Berani Depak Stunting” dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BKKBN Sulawesi Tengah, Wakil Rektor II Universitas Tadulako, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah, serta unsur Forkopimda dari Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. (*)
| Eksplorasi Rasa Jawa dan Melayu, Hotel Santika Palu Luncurkan Menu Spesial April 2026 |
|
|---|
| BGN Siapkan Sistem Grading SPPG, Standar Sanitasi Diperketat |
|
|---|
| IPAL dan SLHS Bermasalah, BGN Stop Sementara 51 SPPG di Sulteng |
|
|---|
| Tagih Janji Kedaulatan Ekonomi Presiden Prabowo, Safri: Kasus GNI Ujian Nyata Bukan Sekadar Retorika |
|
|---|
| Komisi VIII DPR RI Lakukan Kunker ke Sulteng untuk Pengawasan Pascabencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gas78-gf7a8g-f87a-gf87ag-87as.jpg)