Sulteng Hari Ini
Gubernur Sulteng Dukung PGRI Bangun Kualitas Pendidikan Lewat BOSDA dan Beasiswa untuk Guru
Gubernur Sulteng Rusdy Mastura diwakili Kadis Pendidikan Yudiawati V Windarrusliana, membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provi
Penulis: Zulfadli | Editor: Haqir Muhakir
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulteng Rusdy Mastura diwakili Kadis Pendidikan Yudiawati V Windarrusliana, membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulteng masa bakti 2024-2029.
Acara itu berlangsung di Hotel Swissbell, Jl Malonda, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (21/9/2024).
Lewat sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Pendidikan, gubernur sangat mengapresiasi eksistensi PGRI sebagai mitra pemerintah dalam membangun kemajuan dunia pendidikan.
Kadis Pendidikan juga menyebutkan bahwa, yang paling utama dan tak kalah penting adalah meningkatkan kompetensi guru sehingga tunas-tunas bangsa dapat mengenyam pendidikan terbaik dari guru-guru berkualitas.
Baca juga: Polda Sulteng Gladi Pengamanan, Siap Amankan Pengundian Nomor Paslon Pilgub di KPU
“Semoga para guru selalu diberi kemudahan dan kemampuan untuk terus mendidik murid-muridnya dengan penuh kasih sayang, kelembutan dan keteladanan seperti mendidik anak-anaknya sendiri,” ujar Yudiawati.
Lebih lanjut Kadis Pendidikan menambahkan bahwa, guru apapun statusnya, baik ia guru PNS, guru P3K dan guru honorer memikul beban dan tanggungjawab yang sama dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan lompatan PAD dari Rp900 Miliar Rupiah (2021) menjadi sekarang Rp2,2 Triliun Rupiah telah berimplikasi melahirkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Dana BOSDA sebutnya dapat digunakan mendanai belanja Operasional bagi satuan pendidikan SMA Negeri dan SMK Negeri, termasuk untuk membayar gaji guru honor.
Sehingga menurut Kadis, dengan adanya dana BOSDA, tidak ada lagi guru honor yang digaji hanya Rp300 sampai Rp500 ribu per bulan.
“Tidak semua (guru honor) mendapat gaji sesuai harapan sehingga lahirlah BOSDA karena kami tidak ingin ada guru honor yang gajinya di bawah Rp1 juta,” ucap Yudiawati
Apalagi menurut Yudiawatidu Gubernur menaruh perhatian yang amat besar terhadap dunia dpendidikan, sehingga belum lama ini pemerintah provinsi telah menandatangani MoU kerjasama dengan Universitas Terbuka.
MoU itu di tekken Gubernur Sulteng kata Kadis, untuk menyelenggarakan program beasiswa program pascasarjana (S2) bagi guru-guru SMA/SMK dan SLB dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) mulai tahun 2025.
Begitu juga dengan program beasiswa pemerintah provinsi bagi peserta didik tidak mampu yang mulai berjalan tahun 2025.
“Kenaikan PAD melahirkan BOSDA dan InsyaAllah kalau tahun 2025 PAD (naik) sampai 5 triliun, pendidikan tetap menjadi prioritas pak gubernur,” ujarnya.
| Dukungan DPW PKB Menguat, H Nanang Nyatakan Siap Bertarung di Pilkada Palu 2029 |
|
|---|
| PKB Sulteng Incar Satu Kursi DPR RI dan Minimal Satu Kursi Tiap Dapil |
|
|---|
| Panaskan Mesin Partai, PKB Sulteng Mulai Konsolidasi dan Rekrut Caleg Lebih Awal |
|
|---|
| UKK PKB Sulteng Masuk Tahap Final, Hasil Diumumkan Akhir Mei 2026 |
|
|---|
| UKK DPW PKB Sulteng Diikuti 43 Peserta, Jadi Langkah Awal Konsolidasi Partai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Gubernur-Sulteng-Rusdy-Mastura-diwakili-Kadis-Pendidikands.jpg)