Kamis, 9 April 2026

Sulteng Hari Ini

Bahasa Totoli Terancam Punah, Kepala Balai Bahasa Sulteng Ingatkan Peran Pemda

Dalam rangka 100 tahun AA Navis, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah hadiri kegiatan tersebut, Rabu (23/10/2024).

Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dalam rangka 100 tahun AA Navis, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah hadiri kegiatan tersebut, Rabu (23/10/2024). 

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Zhikra

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dalam rangka 100 tahun AA Navis, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah hadiri kegiatan tersebut, Rabu (23/10/2024).

Dalam wawancaranya, Asrif menyampaikan rasa bahagianya karena semakin banyak kelompok yang mulai memahami pentingnya peran bahasa.

"Masalah kita sebelumnya adalah minimnya pemahaman tentang manfaat bahasa," ujar Asrif, Kepala Balai Bahasa Sulteng.

Asrif juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, ia akan berbicara langsung dengan anggota DPRD Sulawesi Tengah mengenai tugas yang menurutnya selama ini terabaikan.

"Saya akan segera berbicara langsung di hadapan para anggota DPRD Sulteng, karena tampaknya mereka mulai tergerak dan menyadari ada satu tugas yang telah mereka abaikan," jelasnya.

Diketahui, salah satu bahasa daerah di Sulawesi Tengah yang terancam punah adalah Bahasa Totoli adalah bahasa asli dari Kabupaten Tolitoli.

Bahasa ini berada di ambang kepunahan karena berada dalam kategori kritis dan hampir punah.

Bahasa Totoli hanya bisa ditemui di Desa Binontoan dan Pulau Salu, menjadikan penduduk Desa Binontoan sebagai komunitas terakhir penutur bahasa Totoli.

Kepala Balai Bahasa Sulteng juga menambahkan, Balai Bahasa berperan sebagai pendorong bagi Pemerintah Daerah, untuk mengingatkan mereka akan tugas yang terabaikan.

"Revitalisasi bahasa daerah adalah tugas pemerintah daerah yang terabaikan. Maka, Kementerian hadir untuk merangsang, mengingatkan, memberi contoh. Jika revitalisasi berlanjut, artinya Pemda peduli. Namun jika tidak, artinya Pemda sudah tidak lagi menginginkan kebudayaan mereka," jelasnya.

Saat ini, penggunaan bahasa daerah, terutama Bahasa Totoli, sangat terbatas. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved