OPINI
Saham Big Four Bank Anjlok, Apa Implikasinya Bagi Pajak Indonesia?
Keempat bank yang sering disebut sebagai Big Four Bank itu berperan penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Selain itu, adanya tekanan dari penjualan saham oleh investor asing juga mempengaruhi performa saham bank-bank ini.
Dalam beberapa minggu terakhir, net sell asing mencapai angka signifikan, yang memperburuk situasi.
Terakhir, kekhawatiran mengenai kualitas kredit yang memburuk, terutama di segmen usaha kecil dan mikro, juga menjadi faktor penyebab anjloknya saham-saham ini.
Hal itu menciptakan ketidakpastian tentang potensi kerugian di masa depan bagi bank.
Meskipun Keempat bank besar tersebut masih menunjukan keaadan fundamental yang baik, akan tetapi penurunan saham secara berkelanjutan dapat memengaruhi persepsi pasar dan investasi.
Jika persepsi negatif berlanjut, minat investasi menurun, yang dapat berdampak pada laba bank dan distribusi dividen.
Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memengaruhi penerimaan pajak, terutama dari PPh Badan dan pajak atas dividen.
Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi oleh Bank Indonesia untuk menekan inflasi dapat mengurangi permintaan kredit, menekan margin keuntungan bank, dan berpotensi menurunkan penerimaan pajak negara.
Pemerintah harus mengambil langkah startegis untuk memitigasi risiko dampak penurunan saham terhadap penerimaan pajak demi keberlangsungan stabilitas fiskal Indonesia.(*)
| Ketika Sertifikat Menjadi Senjata Pelumpuh Hak Rakyat di Bumi Tadulako |
|
|---|
| Semiotika Pesan Komunikasi Politik JK: Termul Jual, JK Beli |
|
|---|
| Melawan Reduksi Kebenaran di Ruang Siber: Sikap Rektor UMI dalam Menjaga Marwah Negarawan |
|
|---|
| Catatan dari Tanah Poso dan Morut: Menjaga Soliditas Organisasi Lewat Ruang Dialog |
|
|---|
| Ruang Publik dan Intel Sukarela |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Gabriella-Debora-Panjaitan.jpg)