Jumat, 10 April 2026

IHSG Diprediksi Cenderung Menguat di Awal Pekan, Simak Level Support dan Resistance

Meskipun indikator MACD menunjukkan adanya golden cross, RSI cenderung menunjukkan kecenderungan menurun.

Editor: Regina Goldie
TRIBUNNEWS
Pekerja melintas di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan kecil sebesar 1,22 poin atau 0,02 persen, berakhir di level 7.164 pada penutupan perdagangan hari Jumat (3/1/2025).

Selama seminggu, IHSG tercatat menguat sebesar 2,59 persen.

VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan bahwa IHSG pada hari Senin (6/1/2025) akan bergerak variatif namun cenderung menguat, dengan level support di 7.103 dan resistance di 7.265. 

Meskipun indikator MACD menunjukkan adanya golden cross, RSI cenderung menunjukkan kecenderungan menurun.

Audi melihat sentimen IHSG dipengaruhi fluktuasi harga komoditas energi, khususnya minyak mentah pasca pernyataan Presiden Xi Jinping yang mendorong pertumbuhan impor minyak dan optimisme prospek ekonomi China. 

Baca juga: Tips kesehatan Virus HMPV Belum Masuk Indonesia, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

"Selain itu, pasar juga tengah menantikan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat. Jika mengalami kontraksi pertumbuhan maka cenderung meningkatkan potensi sikap The Fed lebih dovish," kata Audi kepada Kontan, Jumat (3/1/2025).

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG untuk Senin (6/1) rawan terkoreksi dalam jangka pendek dengan support berada di 7.120 dan resistance di 7.175. 

"Sentimen IHSG diperkirakan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ditambah investor akan mencermati rilis data China," papar Herditya kepada Kontan, Jumat (6/1/2025).

Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan Senin (6/1), seperti ANTM di target harga Rp 1.580-Rp 1.605, TINS dengan target harga Rp 1.130-Rp 1.165 dan TLKM di target harga Rp 2.800-Rp 2.860. 

Audi merekomendasikan secara teknikal untuk perdagangan Senin (6/1/2025), antara lain: 

1. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Rekomendasi: Buy on break Rp 850
Support: Rp 800
Resistance: Rp 900

2. PT Astra International Tbk (ASII) 
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 4.840 
Resistance: Rp 5.250 (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved