Selasa, 21 April 2026

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Ditangkap Penyidik di Rumah Dinas

Dikutip dari Yonhap, Yoon langsung dibawa oleh penyidik untuk memberikan klarifikasi mengenai pemberlakuan darurat militer yang ia umumkan.

|
Editor: Regina Goldie
HANDOVER
Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol ditangkap di kediamannya di Seoul pada Rabu (15/1/2025) terkait kasus deklarasi darurat militer yang diumumkannya pada awal Desember 2024 lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Pada Rabu (15/1/2025) waktu setempat, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, ditangkap oleh penyidik di rumah dinas kepresidenannya.

Dikutip dari Yonhap, Yoon langsung dibawa oleh penyidik untuk memberikan klarifikasi mengenai pemberlakuan darurat militer yang ia umumkan pada awal Desember 2024 lalu.

Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) mengungkapkan bahwa surat perintah penangkapan terhadap Yoon dikeluarkan pada Rabu pagi sekitar pukul 10.33 waktu setempat.

Berdasarkan tayangan langsung yang disiarkan, tampak konvoi kendaraan yang terlihat membawa Yoon meninggalkan rumah dinas kepresideannya di Seoul untuk menuju kantor CIO di Gwacheon.

Baca juga: Korem 132 Tadulako Gelar Syukuran HUT ke-74 TNI Angkatan Darat

Sebelum penangkapan dilakukan, badan anti korupsi Korsel sempat berdiskusi dengan pihak Yoon terkait eksekusi surat perintah untuk menangkap presiden yang akan dimakzulkan tersebut.

Jaksa dari CIO sempat memasuki kompleks kediaman kepresidenan dan berdiskusi dengan orang-orang dari pihak Yoon terkait surat perintah tersebut.

"Hasilnya belum keluar," ujar pejabat CIO tersebut.

Tentang penangkapan, CIO mengatakan surat perintah untuk menangkap dan menahan Yoon agar yang bersangkutan tidak datang secara sukarela.

Baca juga: Gubernur Perpanjang Masa Jabatan KPID Sulteng

Pejabat tersebut mengungkapkan tidak ada bentrokan fisik yang terjadi ketika penyidik CIO masuk ke kompleks kediaman Yoon di Distrik Hannam, Seoul.

"Tidak seperti saat upaya eksekusi pertama, tidak ada personel atau staf keamanan yang secara aktif menghalangi eksekusi kali ini," jelas pejabat tersebut.

Selain penangkapan, CIO turut melakukan penggeledahan terhadap kediaman Yoon.

Yoon Sempat Gagal Ditangkap

Sebelumnya, CIO sempat membatalkan rencana penangkapan terhadap Yoon pada 3 Januari 2025 silam.

Dalam pemaparannya, lembaga tersebut menyebut adanya kebuntuan dalam aksi penangkapan tersebut karena dihalangi oleh pengawal Yoon.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved