Senin, 20 April 2026

Mayor Teddy Disebut Jadi Penengah Damai Menteri Santryo Soemantri dan Neni Herlina

Mantan ajudan Presiden Prabowo Mayor Teddy Indra Wijaya disebut jadi penengah damainya Menteri Satryo Soemantri dan Neni Herlina

Penulis: Lisna Ali | Editor: Lisna Ali
Hand Over
Kisruh Menteri Satryo Soemantri dan Neni Herlina Berakhir Damai 

TRIBUNPALU.COM - Mantan ajudan Presiden Prabowo Mayor Teddy Indra Wijaya disebut jadi penengah damainya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya langsung menghubungi pimpinan Kemendikti Saintek dan pihak pegawai setelah aksi protes terjadi.

 "Kemarin sudah langsung saya hubungi kedua belah pihak ya," kata Teddy, Selasa (21/5/2024), dikutip dari Kompas.com. 

Teddy menjelaskan, setelah kedua belah dihubungi dirinya, pimpinan Kemendikti Saintek dan perwakilan pegawai langsung menggelar pertemuan pada malam hari ini.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak melakukan dialong hingga akhirnya mencapai kata sepakat untuk mengakhiri polemik.

Baca juga: Rapat di Istana Kepresidenan, Menteri Satryo Soemantri Batal Penuhi Panggilan DPR RI

Kesepakatan pimpinan Kemendikti Saintek dan pegawai itu kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

“Dan, kemarin malam kedua belah pihak sudah langsung bertemu. Kemudian hari ini Menko PMK akan menindaklanjuti,” ucap Teddy. 

Polemik di Kemendikti Saintek ini memuncak pada Senin (20/1/2025) kemarin setelah para pegawai melakukan aksi protes di kantornya.

Mereka menggelar aksi protes karena menganggap Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro sewenang-wenang. 

Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek, Suwitno, menyatakan bahwa masalah ini bermula setelah pergantian pejabat baru di bawah kepemimpinan Satryo.

Permasalahan semakin rumit ketika Neni Herlina, salah satu pegawai, mengaku dipecat secara sepihak oleh Satryo.

Neni, yang bertugas menangani urusan rumah tangga kementerian, mengungkapkan bahwa pemecatan tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman terkait penempatan meja di ruang kerja Menteri.

Menanggapi aksi demo tersebut, Satryo mengeklaim karena Kemendikti Saintek sedang melakukan mutasi dan rotasi pegawai untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja.  

"Saya jelaskan pada mereka (pegawai yang berdemo) bahwa kami sedang melakukan suatu proses mutasi-rotasi dari jajaran yang ada," kata Prof. Satryo dikutip dari Kompas TV, Selasa (21/1/2025).

Namun, polemik ini berakhir pada Senin malam setelah Satryo menggelar pertemuan dengan Neni dan Suwitno.

Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan perdamaian.

"Setelah semalam ya Pak Sekjen yang mengundang saya. Kami ada islah, kami berkomunikasi, bersilaturahmi, dan kami saling memaafkan," ujar Neni, saat konferensi pers di Kantor Kemendikti Saintek, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025). (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved