Selasa, 21 April 2026

Ramadan 2025

Jelang Ramadhan 2025, Persiapan dan Tradisi Tarhib Ramadhan di Indonesia

Terkait dengan Tarhib Ramadhan, berikut beberapa langkah persiapan menyambut bulan puasa 2025 yang sudah semakin dekat.

Editor: Regina Goldie
HANDOVER
TARHIB RAMADHAN - Ilustrasi. Berapa hari lagi puasa 2025? Arti Tarhib Ramadhan dan bedanya dengan Marhaban. Persiapan menyambut bulan puasa. (Freepik designed by rawpixel) 

Marhaban artinya, "Aku sambut engkau dengan penuh kelapangan hati dan pikiran, juga aku sambut engkau dengan seluruh jiwa dan ragaku". Demikian.

Ada pula yang masih terkait dengan kata ini, yaitu Rihab (رحاب), Ruhbah (رحبة), Tarhab (ترحاب.) dan beberapa kata lainnya, yang artinya tidak jauh berbeda; tanah lapang, luas, tempat yang luasa, ramah, senang, bahagia, dengan tangan terbuka.

Jadi, Tarhib Ramadhan adalah menyambut bulan Ramadhan dengan senang hati, dengan tangan terbuka, dengan penuh kebahagiaan baik jiwa dan raga.

Baca juga: 4 Lowongan Kerja Perusahaan Tambang Januari 2025, Penempatan Koalaka, Morowali dan Pahuwato

Bagaimana Tarhib Ramadhan di Indonesia?

Sesuai dengan kreasi masyarakat yang menyambutnya.

Ada dengan kajian-kajian fiqih puasa. Ada pula dengan halaqah-halaqah seputar bulan Ramadhan, dan lainnya.

Di Indonesia, kata tarhibnya mungkin baru.

Tetapi tradisi sambuta sudah lama, walau kegiatannya berbeda-beda, dengan istilah yang berbeda-beda pula.

Ada Meggengan, tradisi Jawa, yang dimulai dari ziarah kubur kemudian mengundang makan bersama dengan makanan tertentu yang dipenuhi dengan filosofis.

Meggengan, menahan. Menahan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa, atau yang membatalkan puasa.

Dalam masyarakat Sunda juga dikenal dengan istilah Munggahan.

Munggah, naik. Naik pada derajat berikutnya. Naik ke bukan suci. Bentuk kegiatannya juga bervareasi.

Baca juga: Menteri Agama Tegaskan Pentingnya Salat dalam Peringatan Isra Miraj

Dan demikian pula dalam masyarakat lainnya di wilayah Indonesia. Kaya tradisi. Berbagai sambutan untuk bukan suci.

Menyambut Ramadhan bukan untuk leha-leha, atau berhura-hura, atau bersorak-sarai, atau gagap gembita seperti menyambut artis.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved